Halaman

Pencarian

Minggu, 27 Juli 2014

Selamatkan Islam ku!


Akhir-akhir ini saya tertarik mengamati linimasa jejaring sosial. Mulai dari hiruk pikuk pemilu yang menyisakan banyak tautan-tautan yang saling menjatuhkan antar pendukung capres hingga masalah sosial kekinian semisal konflik di Gaza. Kedua hal tersebut memang menjadi trending topic dalam beberapa waktu belakangan. Si pasangan nomer satu menyerang nomer dua, nomer dua menyerang nomer satu, sudah menjadi santapan linimasa sehari-hari. Bahkan dengan seenaknya mereka saling memfitnah, hingga banyak orang sudah lalai mana yang benar dan mana yang salah, duh! Yang tak kalah seru adalah konflik gaza yang menyita perhatian dunia. Simpati datang dari berbagai belahan dunia, tak luput pula dari Indonesia. Namun yang unik, banyak masyarakat Indonesia pula yang mengkritik aksi solidaritas untuk Palestina. Mereka berdalih bahwa negeri sendiri belumlah diurus (red : Papua), masa mau mengurus negeri orang lain. Mungkin mereka sendiri lupa bahwa dalam proses merebut kemerdekaan Indonesia ada saudagar Palestina yang menyumbangkan sebagian besar hartanya demi kemerdekaan Indonesia. Palestina juga merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia secara utuh, ingat! Kadang banyak antek-antek media yang memprovokasi bahwa rakyat muslim di Indonesia acuh terhadap Papua, sehingga banyak orang yang terprovokasi dan akhirnya membenci saudara muslim kita sendiri, astaghfirullah. Palestina kau bela, Papua kau abaikan! Ya, dengan dalih seperti itu yang dilakukan secara berulang-ulang. Padahal sudah banyak lembaga dakwah dan sosial yang didirikan ditanah Papua, hanya saja media kita hanya mengekpose konflik di tanah Papua saja, tidak adil! 
Masalah Palestina adalah masalah dunia, bukan cuma Islam, di Palestina saja terdiri dari berbagai agama. Pembantaian keji oleh Zionis (tidak menyebut Israel karena Bani Israel adalah golongan terdahulu yang mulia) dengan membunuh ribuan nyawa dan melakukan perampasan tanah adalah kejahatan. Mana suara-suara lantang pembela HAM? Mana? HAM hanya berbunyi ketika non muslim tersakiti, giliran mereka menyerang mereka bungkam! Parahnya, ketika muslim melakukan aksi serangan balik, mereka menyebut muslim itu TERORIS, kejahatan HAM lah segala. Halah, ini adalah semacam konspirasi terstruktur. Umat muslim sekarang banyak yang terpecah belah hanya karena pemberitaan yang tidak berimbang dari media. Umat muslim di adu domba hingga menyebabkan konflik di kalangan muslim sendiri. Duh..

Andai saja kita hidup masih dalam kekhalifahan, zaman di mana umat muslim bersatu padu membela Islam. Hanya pengandaian saja, macam Subjunctive tipe 2 dan 3. Kalau saja umat muslim bersatu, kalau saja umat muslim mencintai, mempelajari, kemudian mengamalkan ajaran dari Allah semua tidak akan seperti ini. Kesenangan dunia memang telah membuat orang menjadi buta, orang yang berpegang teguh pada Qur'an dan Hadist selalu diserang oleh logika stres Islamic Haters. Miris sekali rasanya. Berdalih akal sehat yang sebenarnya sakit, mereka menyerang habis-habisan umat Islam. Dan umat Islam sendiri terlalu sibuk mengurusi urusan duniawi sehingga banyak yang apatisa dan ketika rasa cuek itu sudah terlewat batas justru ikut menyerang umat Islam sendiri.
Selagi kita masih mau dekat dengan Al Qur'an, masih mau mengurusi agama Allah, niscaya besok kita akan selamat dan tidak akan terbutakan oleh banyak kepalsuan dunia. Di akhir ramadhan ini, mari kita sejenak merenung, introspeksi diri, mengingat apa yang telah kita perbuat. Ingat semua dosa kita, mohon ampun, kemudian berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki diri. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan lagi dan semoga Islam mencapai kemajuan, aamiin..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar