Halaman

Pencarian

Selasa, 11 Februari 2014

{ BIRTH DAY BUKAN BORN DAY }



*Prolog*
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday Happy birthday
Happy birthday to you

Tiup lilinnya
Tiup lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga sekarang juga

*Preface*
Ulang tahun, tahunnya berulang-ulang tapi beda setting dan latar peristiwa. Jadi, apakah yang disebut ulang tahun itu? Hmm..
Ulang tahun adalah moment atau titik balik matahari, titik didih, titik jenuh, titik, -_- *Please ini bukan kimia. Ulang tahun adalah momen gaya atau inersia di mana seseorang genap menempuh sebuah usia, yah seperti ulang tahun ke sepuluh, berarti orang tersebut sudah genap menempuh usia 10 tahun nya. Begitulah..
Esensi dari ulang tahun adalah agar kita ingat bahwa jatah hidup kita semakin sedikit, L Bahwa kita hidup di dunia hanya sebentar, kalau diibaratkan hanya seperti kita memasukkan jari kita ke lautan yang begitu luas, yah hidup hanya seperti air yang menempel pada tangan saat kita angkat. Begitu singkatnya, L
*Udah sih sedihnya*
Ulang tahun atau birthday di era modern seperti ini dirayakan dengan cara yang unik, salah satunya di fesbuk. Bisa dibayangkan, kita punya ribuan teman dan kita diselamatin men, diselamatin kalau UMUR KITA SEMAKIN BERKURANG, OH MEN.. Mereka JAHAT sekali, bukannya didoain, malah diselamatin, aaa.. timpuk pake roti tawar. Yah begitulah, di malam kita ulang tahun nih, kita online sekitar jam 12 malam, hihi.. Buat nunggu siapa yang mengirimkan ucapan selamat di timeline fesbuk kita untuk pertama kali. Habis itu kita tunggu lagi sampai seberapa banyak yang ingat akan ultah kita *stop! Kalau tanggal lahir kita dibikin terlihat ya bakalan tau kalik, apalagi yang pakai semartpon*
Nah, itulah salah satu trik biar kita bahagia di hari ulang tahun kita, hehe
Kalau tingkat KEIMANAN kamu udah gedhe, coba deh tanggal lahir di fesbuk di hide, biar tahu siapa yang masih ingat akan hari kebangkitan kamu *eh. Kalau udah gitu, biasanya hanya teman yang sesungguhnya yang ingat momen di mana kita menggenapi usia kita. Dan itu lebih mengharukan kawan. Jumlah teman tidak menentukan kebahagiaan kita, tapi teman yang selalu ada dan ikhlas saat kita butuh walaupun cuma 2 atau 3 orang tapi itu jauh lebih berharga,
J

*Introduction to newest birthday model*
The newest birthday model *uhuk keselak*.
Yang jelas model di sini bukan dalam trilogy M-V-C dalam OOP (Object Oriented Programming), di mana model berperan untuk penanganan database. *Please skip ini skip, aku muak*
Model-model ultah zaman sekarang itu, kita diikat, terus dilempari pakai telur atau tepung, njut kita dipermalukan dihadapan umum, terus kita *sudah.. aku ga kuat ceritanya ambil spidol*
Begitulah, miris sekali.. kita disiksa men, disiksa.. uyeahhh..
Sebenarnya merayakan hari lahir itu tidak ada tuntunannya dalam Islam. J
Hanya saja orang-orang zaman sekarang memang gemar menambahi ritual-ritual yang sebenarnya tidak perlu.
Seperti ritual tiup lilin, di mana kita disuruh meniup lilin yang ada di atas kita terus kita disuruh berdoa. HA! Please, lilin itu udah ada sejak zaman romawi kuno, pada waktu itu lilin dipercaya memiliki pengendali terhadapa kekuatan hitam, seperti sihir, iblis, dan setan. *di Indonesia sendiri lilin itu symbol babi ngepet* Nah, pas lilin itu ditiup, maka lenyaplah sudah kekuatan hitam tersebut, terus kita memohon doa kepada penguasa alam supaya diberi keselamatan dan keberkahan. Mirip ya kalau kita dapat roti buaya brownies (berondong maniezzt) tart cupcake ultah terus di atasnya dikasih lilin sebanyak jumlah usia kita *bayangin kalau yang ultah simbah kita yang usianya 100 tahun terus kue nya cuma seukuran 10cm x 10 cm, lilinnya GIMANA? GIMANA juga niupnya? Nafas aja udah pake alat bantu hidung, eh*. Habis itu kita tiup itu lilin. Tuh kan, apa yang kita lakukan mirip sama ritual pemujaan orang romawi, aaa. Jadi itu bukan ajaran islam lho ya. Masih ingat di bawah ini,
“ Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut. “

*What should we do in our birthday*
Dan, untuk ucapan ulang tahun memang tidak ada salahnya, tapi dibalik kelahiran kita, sesungguhnya ada sebuah nama yang memiliki andil besar atas kehadiran kita di muka bumi. Nama tersebut sering kita panggil dengan sebutan IBU, ya IBU.
Ibu adalah orang yang paling berjasa atas lahirnya kita di muka bumi. Kalau kalian pas ulang tahun, coba ingat lagi momen beberapa tahun lalu di mana IBU kita berjuang antara hidup dan mati buat melahirkan kita. Berapa banyak darah yang beliau keluarkan? Berapa lama dia berjuang ditengah dua kemungkinan, hidup atau mati? OH L Tapi kenapa kita sering lupa, sering ingkar, kenapa pas kita ultah yang diingat pertama justru pacar, justru teman. Justru kita menraktir makan pacar, menraktir makan teman, sedangkan ibu kita sendiri kita cuekin dirumah. Bukankah ibu kita yang selama ini membimbing dan mendidik kita sehingga kita bisa seperti ini? Bukankah ibu kita yang merawat kita semasa kecil, yang mengantar kita ke sekolah untuk pertama kali, yang mengajari kita membaca, yang dengan tulus memaafkan ketika kita berbuat salah. Masih banyak lagu kebaikan ibu kita, sampai tak mampu kita menghitugnya.
 Hormati ibumu, lalu ibumu, lalu ibumu. J Rasulullah pernah berpesan seperti itu.
“Sesungguhnya surga ada di bawah telapak kaki ibu”
Semoga kata-kata di atas tidak sekedar menjadi pengisi mata pelajaran di waktu SD.
Walaupun kita tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan ibu kita, tapi setidaknya kita berusaha untuk memberi yang terbaik buat ibu kita, J
Jadi, ketika kamu diizinkan untuk membuka mata di hari ulang tahunmu, bangun dan peluklah ibumu seerat mungkin, berterimakasihlah pada beliau, karena lewat beliau kita bisa seperti ini.
Thank you MOM, I LOVE YOU.

*Epilog*
Mata ini terbuka lebar, menerawang ke sekitar
Ku lihat beberapa sosok manusia yang tersenyum dan tertawa menatapku
Tapi aku justru merasa khawatir
Aku takut …
Sangat takut ..
Aku takut tidak bisa menjaga janjiku pada Tuhan
Lalu aku menangis sejadi-jadinya ..
Pendahuluku bilang
Dunia itu kejam, kau akan selalu terperdaya dengan nikmat sesaat
Kemudian seorang wanita memelukku erat-erat
Dan berkata ..
Kau lah penerusku nak!
Kelak kau yang akan memimpin dunia ini
Dan pelukan ini begitu hangat
Hingga aku yakin mampu menjaga janjiku
Kini ku panggil engkau dengan sebutan Ibu

3 komentar:

  1. Enggak..haha
    Nanti namaku jadi febrianardian.wkwk

    BalasHapus
  2. Terima kasih pencerahannya. Jadi kasihan dgn anak yg sdh dibudayakan ulang tahun dr kecil *poor my sister
    Btw, sy punya 2 pertanyaan. Pertama, kenapa akhir-akhir ini orang-orang sering menggantikan kata birth dgn born? Apa sih bedanya?
    Kedua, apa solusinya bagi org tua agar tidak ikut-ikutan merayakan ulang tahun bagi anaknya, baik krn keinginan orang tua atau anaknya sendiri?

    BalasHapus