Halaman

Pencarian

Jumat, 28 November 2014

May 2015!

Kebanyakan orang, bermimpi itu mengunjungi sebuah tempat yang excited di luar negeri, kemudian berusaha sekuat tenaga untuk bisa mewujudkannya. Akupun seperti itu, tapi mimpiku simpel kok, cukup mengunjungi sebuah bandara yang selama ini hanya aku kenal lewat serial detective conan. Yeah, ke luar negeri sebelum lulus! Fight on! Oh..

Bismillah, Narita International Airport May, 2015, semoga Allah memudahkan, aamiin..


Read More..

Sabtu, 08 November 2014

Semester akhir itu??

STMJ, semester tujuh masih jomblo. Well yea, itu kata-kata yang sering terucap dari mulut anak muda zaman sekarang. Dan satu semester lagi bakal sering terucap "Itu wisuda apa ambil raport? Kok sama orang tua". Oh okay, penderitaan seorang jones mahasiswa bakalan semakin lengkap kalau sudah semester tua gini, udah skripsi jadi momok, kerja mau kerja apa juga bingung, eh ditambah lagi anggapan kalau tak punya pasangan/gebetan/pacar itu ngenes banget. Sepanjang anggapan-anggapan tadi belum menjadi sebuah paradigma sih enggak masalah menurutku.
Berkembangnya jejaring sosial memang berpengaruh nyata dikehidupan kita belakangan ini, banyak kata-kata baru yang dimunculkan dari jejaring sosial ini, seperti istilah jones, jomblo ngenes. Selain istilah, juga kadang muncul sebuah gerakan/movement atau bahkan petisi, misal koin untuk Prita sampai gerakan pengubahan KBBI untuk istilah orang jombol diganti dengan Tuna Asmara. Wah, ada-ada saja nih.
Yang mau sedikit tak singgung adalah istilah jones. Sebenarnya dalam islam sendiri tidak ada istilah jomblo, pacaran, dan lain sebagainya. Istilah kalau semester akhir masih jomblo dan nanti bakalan ngenes selamanya adalah pendapat sebagian kecil umat manusia, sebagian kecil umat yang enggak percaya kalau jodoh itu ada di tangan Allah, dan Allah ngasihnya enggak bakal terburu-buru, ataupun terlambat. Orang baik akan mendapat jodoh yang baik pula, yang pasti Allah telah menyiapkan yang terbaik buat kita, asalkan kita bersabar dan tidak mengganggu skenarionya.
Hari ini banyak kita temui kalau sudah semester akhir itu wajib 'ain harus nyari pendamping, kenapa? Karena besok kalau udah kerja bakalan sibuk dan ga kepikiran lagi namanya jodoh, itu artinya kalian bakal jomblo permanent. Haduh, kalian nyadar nggak sih, dulu pas SMA, kalian mungkin pernah bilang gini, "Mumpung SMA nyari jodoh, besok kalau udah kuliah susah lho, soalnya udah sibuk sama tugas kulih, wih.. apalagi sama yang namanya skripsi, keknya kita bisa jadi jomblo permanent". Tuh, sama kan? Buktinya yang dulu SMA jomblo sekarang pada punya pacar. Jadi ya, mau sekarang jomblo kek, belum tentu besok itu enggak laku.
Momok selanjutnya adalah pas moment wisuda :
A : "udah dapet pendamping belum? "
B : "Belum eh, cariin dong, galau nih mau wisuda kok ga ada yang dampingin -_-"
A : "Sama ortu aja kenapa sih?"
B : "Elu mau ngambil raport apa wisuda sih? Pleaseee, hari gini, helloowww!"
A; "-_-.. whaaat thee"
Haha, banyak nih kita temui masalah kaya gini, ngambil raport apa wisuda? Terus terang, apa salahnya sih kalau pendamping wisuda sama ortu? Emang orang yang dari kecil kamu kenal itu pacar kamu ya? Yang gantiiin popok, yang mandiin, yang ngajarin naik sepeda, yang beliin mainan pas kamu ngambek, yang nyekolahin kamu, yang masih percaya kalau kamu itu niat kuliah padahal dikampus aja ghaib. Siapa kalau bukan ortu kamu? Wisuda merupakan salah satu moment penting dalam hidupmu, maka libatkanlah orang yang kamu anggap penting, orang yang begitu berjasa atas kamu selama ini.
Yang masih available dalam artian masih belum punya pacar, berbanggalah kalian! Kalian nggak usah perlu repot-repot dualisme pikiran, memikirkan dia yang belum tentu memikirkan kamu, yang belum tentu dia kelak menjadi milikmu. Jodoh dan rejeki ada ditangan Tuhan, ambillah dengan cara yang elegan!
Bermimpilah yang tinggi, nikmati lika-likunya, buat ortumu bangga dulu sebelum membuat kagum calonmu. Jomblo/jones/tuna asmara, atau mau apalah orang menyebutnya, enggak masalah, kamu masih punya sejuta cara untuk membuat hidupmu jauh lebih menarik dan bermanfaat. Jadilah pemuda yang tangguh, yang mampu membagi urusan dunia dan akhirat, yang mampu menjaga habblu min Allah dan habblu min An Nas. Tetap semangat berkarya ^^.

Read More..

Kamis, 11 September 2014

Salah Satu Bagian Hidupku yang Indah

Tibalah hari di mana aku harus mengakhiri satu bagian hidupku. Dulu aku memulai dengan berat hati, dan kini aku mengakhiri dengan berat hati pula. Menjadi pendidik adalah cita-citaku sedari aku kecil, dan ketika waktu itu tiba aku sempat menyia-nyiakannya. Pendidik itu bukan cuma mengajari yang mau belajar, tetapi harus bisa membuat orang yang tidak tertarik menjadi mau untuk belajar. Berat rasanya untuk melepas ini. Aku terlalu cinta pada kalian semua, meski hanya satu bulan. Intensitas pertemuan yang sering membuatku merasa dekat dengan kalian, meski dulu aku selalu membandingkan dengan kelas yang satunya. Semoga kita bisa menyongsong masa depan dengan sukses, :) Terima kasih atas waktunya yang singkat ini, kalian luar biasa..
Read More..

Minggu, 27 Juli 2014

Selamatkan Islam ku!


Akhir-akhir ini saya tertarik mengamati linimasa jejaring sosial. Mulai dari hiruk pikuk pemilu yang menyisakan banyak tautan-tautan yang saling menjatuhkan antar pendukung capres hingga masalah sosial kekinian semisal konflik di Gaza. Kedua hal tersebut memang menjadi trending topic dalam beberapa waktu belakangan. Si pasangan nomer satu menyerang nomer dua, nomer dua menyerang nomer satu, sudah menjadi santapan linimasa sehari-hari. Bahkan dengan seenaknya mereka saling memfitnah, hingga banyak orang sudah lalai mana yang benar dan mana yang salah, duh! Yang tak kalah seru adalah konflik gaza yang menyita perhatian dunia. Simpati datang dari berbagai belahan dunia, tak luput pula dari Indonesia. Namun yang unik, banyak masyarakat Indonesia pula yang mengkritik aksi solidaritas untuk Palestina. Mereka berdalih bahwa negeri sendiri belumlah diurus (red : Papua), masa mau mengurus negeri orang lain. Mungkin mereka sendiri lupa bahwa dalam proses merebut kemerdekaan Indonesia ada saudagar Palestina yang menyumbangkan sebagian besar hartanya demi kemerdekaan Indonesia. Palestina juga merupakan negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia secara utuh, ingat! Kadang banyak antek-antek media yang memprovokasi bahwa rakyat muslim di Indonesia acuh terhadap Papua, sehingga banyak orang yang terprovokasi dan akhirnya membenci saudara muslim kita sendiri, astaghfirullah. Palestina kau bela, Papua kau abaikan! Ya, dengan dalih seperti itu yang dilakukan secara berulang-ulang. Padahal sudah banyak lembaga dakwah dan sosial yang didirikan ditanah Papua, hanya saja media kita hanya mengekpose konflik di tanah Papua saja, tidak adil! 
Masalah Palestina adalah masalah dunia, bukan cuma Islam, di Palestina saja terdiri dari berbagai agama. Pembantaian keji oleh Zionis (tidak menyebut Israel karena Bani Israel adalah golongan terdahulu yang mulia) dengan membunuh ribuan nyawa dan melakukan perampasan tanah adalah kejahatan. Mana suara-suara lantang pembela HAM? Mana? HAM hanya berbunyi ketika non muslim tersakiti, giliran mereka menyerang mereka bungkam! Parahnya, ketika muslim melakukan aksi serangan balik, mereka menyebut muslim itu TERORIS, kejahatan HAM lah segala. Halah, ini adalah semacam konspirasi terstruktur. Umat muslim sekarang banyak yang terpecah belah hanya karena pemberitaan yang tidak berimbang dari media. Umat muslim di adu domba hingga menyebabkan konflik di kalangan muslim sendiri. Duh..

Andai saja kita hidup masih dalam kekhalifahan, zaman di mana umat muslim bersatu padu membela Islam. Hanya pengandaian saja, macam Subjunctive tipe 2 dan 3. Kalau saja umat muslim bersatu, kalau saja umat muslim mencintai, mempelajari, kemudian mengamalkan ajaran dari Allah semua tidak akan seperti ini. Kesenangan dunia memang telah membuat orang menjadi buta, orang yang berpegang teguh pada Qur'an dan Hadist selalu diserang oleh logika stres Islamic Haters. Miris sekali rasanya. Berdalih akal sehat yang sebenarnya sakit, mereka menyerang habis-habisan umat Islam. Dan umat Islam sendiri terlalu sibuk mengurusi urusan duniawi sehingga banyak yang apatisa dan ketika rasa cuek itu sudah terlewat batas justru ikut menyerang umat Islam sendiri.
Selagi kita masih mau dekat dengan Al Qur'an, masih mau mengurusi agama Allah, niscaya besok kita akan selamat dan tidak akan terbutakan oleh banyak kepalsuan dunia. Di akhir ramadhan ini, mari kita sejenak merenung, introspeksi diri, mengingat apa yang telah kita perbuat. Ingat semua dosa kita, mohon ampun, kemudian berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki diri. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan lagi dan semoga Islam mencapai kemajuan, aamiin..
Read More..

Senin, 21 Juli 2014

Ramadhan Moment!

Tak terasa ini sudah tanggal 21 Juli 2014, artinya lebaran sebentar lagi \^^/
Kita sudah masuk tanggal 24 Ramadhan, alhamdulillah..
Seperti biasanya, kegiatan menjelang lebaran selalu menyenangkan, hati riang tidak terkira.. *halah*
Ramadhan tahun ini begitu spesial gaes, ramadhan tahun ini di isi dengan KKN PPL, yah mata kuliah wajib tempuh kalau mau jadi sarjanak gitu. Pokoknya ramadhan itu selalu ada momentum *impuls nya nyusul ajah*. 2011 ramadhan diisi dengan rangkaian kegiatan MABA, mulai dari OSPEK, ESQ, sampai ICT. 2012 sebagai gamer sejati dihabiskan dengan main game, hehe.. dan tentunya mengabdi ke masjid di deket rumah, yelah bro, ngurusin banyak orang itu gampang-gampang susah. 2013 diisi dengan PRAKTIK INDUSTRI, lagi-lagi mata kuliah wajib tempuh kalau mau jadi sarjanak! Eh, tapi ramadhan 2013 juga diisi sama kerja lho, kerjain kerjaan kemahasiswaan kampus, walau cuma 2 minggu awal doang sih, sama ikutan lomba yang wush-wush tapi apps nya enggak jadi.
Nah berhubung setiap tahun ramadhannya kece, izinin ane berdoa, semoga ramadhan 1436 a.k.a 2015 diberi kejutan, nggak muluk-muluk sih ya, cukup LULUS S1 aja, sama kerja beneran! Aamiin.. Yang baca boleh lho ya ikut doain!
Read More..

Sabtu, 05 Juli 2014

Kalau

Kalau kamu dimintai tolong orang, dan kamu terpaksa tidak bisa menolongnya. Kalau dia itu mengerti keadaan kamu yang memang nggak bisa menolong, dia pasti memaklumi, bahkan berterima kasih. Tapi kalau udah bilang kamu nggak bisa, api dia malah marah dan ngejauhin kamu, berarti selama ini kita menolong orang yang salah. Sebenarnya, orang yang meminta tolong itu seharusnya siap menerima dan siap ditolak, bukan siap menerima tapi nggak siap ditolak. Kalo dia siap menerima tapi nggak siap ditolak berarti dia egois.

Read More..

Senin, 23 Juni 2014

Programmer juga berempati lho!

Judulnya syerem, programmer gitu. Programmer adalah orang yang merancang acara tv dari subuh sampai balik subuh lagi  yang mentranformasikan barisan kode menjadi sebuah program yang bisa dipahami dan memudahkan hajat hidup manusia. Terus bagaimana mereka berempati? Bukankah programmer cuma hidup sama laptop doang, mereka aja jaring sosial sama orang lain, apalagi pas banyak deadline, kelihatan banget egoisnya, have no life nya. Ya begitulah, hectic nya seorang programmer, lha wong 2 minggu aja kudu jadi program yang kece, 2 MINGGU! Kapan punya hidup?
Ya kalau cuma memandang dari satu sisi ya, programmer itu kaya orang yang super egois dan nggak punya waktu selo, mereka betah seharian pacaran sama laptopnya. Soalnya laptop nggak pernah ngambek sih, nggak kaya kamu, iya kamu *nunjuk orang yang suka ngambek*. Sebenernya, dalam dunia persilatan programmer, ada istilah human computer interaction (HCI) atau bahasa arabnya dikenal dengan interaksi manusia dan komputer, yakni bagaimana cara program itu berinteraksi dengan komputer, misalnya saja bentuk interaksi tambah teman di BBM, kalau dulu harus ngetik, ini tinggal scan barcode aja, gampang kan? Itulah salah satu interaksi manusia komputer. Nah, dalam HCI tadi, ada istilah lagi, yakni UI dan UX. UX atau user experience, UX ini ibarat sebuah makanan adalah rasa. Bagaimana rasa makanan yang kita makan? Kalau enak ya kita makan lagi asal punya duit. Kalau enggak ya tanya sama empunya yang buat, kok bisa nggak enak gitu? Apakah anda jomblo  kurang bumbu atau terburu-buru bikinnya? Sedangkan UI, adalah user interface, yakni ibarat makanan adalah tampilan luar a.k.a tampilan saat penyajiaan. Misal saja penyajian terong penyet, kalau ditaruh dibaskom ya nggak kece lah, mending ditaruh di piring ceper gitu. Sekarang paham kan apa bedanya UI sama UX? udah paham aja! Tapi aku enggak bahas UI sama UX, lain kali aja aku bahasnya, entar nggak cukup waktunya.
Nah, yang ingin aku bahas adalah UCD a.k.a user centered design. Apa itu UCD? UCD adalah sebuah model pendekatan yang mempertimbangkan kebutuhan user(pengguna) secara keseluruhan dalam proses pengembangan, dan bertujuan untuk memastikan bahwa produk akhir dapat diterima secara baik. Dari definisi tersebut, dapat kita ambil hikmah ketahui bahwa dalam pengembangan sebuah produk, yang namanya pengguna adalah hal utama yang harus kita perhatikan. Sekeren apapun program di mata developer, sekece apapun program, dan serumit apa algoritmanya, tapi kalau pengguna enggak suka ya sama aja, Toh, endingnya yang pakai juga user kan? Apa mungkin kita bikin program cuma buat kita sendiri? Enggak lah! Kita juga harus berbagi. 
Udah tahu to maksud judulnya tadi?
if (tahu) goto(nextStep);else return homepage; 
Jadi, kalau bikin program, aspek pertama yang harus diperhatikan adalah pengguna, siapakah pengguna kita kelak? Apakah pengguna benar-benar butuh program kaya gini? Apakah pengguna nanti bisa tahu kalau aku naruh tombol disini? Apakah pengguna mau membukanya setiap saat? ..dst. Banyak banget pertimbangan yang muncul saat kita develop apps, ya asyiknya bikin aplikasi ya disitu gaes. Yang jelas, kita harus berempati dengan user, kita harus tahu kebutuhan user, harus tahu layout terbaik supaya user dengan mudah mengoperasikan program. Semua itu dapat kita penuhi apabila kita mau berempati dengan user. Kebanyakan developer muda (newbie) itu justru melupakan tujuan akhir program (front end user). Mereka kebanyakan terjebak dengan paradigma bahwa program yang baik adalah yang memiliki algoritma rumit, banyak fitur, serta bisa ini itu. So, start from now, stop thinking about that! Program yang baik itu program yang berguna bagi user, program yang tahu kebutuhan user. Nggak harus banyak fitur, yang penting simpel dan mengena. Yang penting user merasakan manfaat dan mau buka terus aplikasi yang kita bikin.
Siapa bilang programmer enggak bisa berempati? Justru programmer itu berempati mendalam banget, :)  Nggak cuma program aja yang diperhatiin, kebutuhan pengguna juga diperhatiin banget kok, udah gitu semicolon aja diperhatiin, apalagi kamuuuu *kaaaaaammmmm aaar mandi*.
Hehe, udah ya, capek nulisnya, besok kita bahas aspek UCD ya.. dari usability sampai portability.. besok, iyaa besookkkkkk.....
Read More..

Rabu, 11 Juni 2014

Kita adalah UNIK

Manusia itu diciptakan unik
Oke fine membahas masa lalu, tapi biarkan masa lalu indah di masanya
Dia tetaplah dia dengan segala karakternya
Dan kamu, tetaplah kamu dengan segala perilakumu
Stop comparing
Karena manusia tidak ada yang sempurna
Pasti ada kelebihan dan kekurangan diantara kalian semua
Kalau ada yang baik, biarkan itu menjadi ciri khasmu
Kalau ada yang buruk, selagi masih bisa, diperbaiki
Berkomitmen bukan berarti harus aku dan kamu
Tapi karena kita makhluk ciptaanNya
Marilah berkomitmen kepadaNya
Berjuang dijalanNya
Karena hakikat hidup itu adalah ibadah
Dan jangan lupakan
Kita makhluk social
Apa yang ada di sekitar kita adalah tanggung jawab kita juga
Kita harus belajar peka
Hidup harus berguna buat orang lain
Dan cara kita berguna tidak harus menjadi orang lain pula
Jadilah kita berguna dengan cara kita sendiri

Kita adalah unik
Read More..

Prasangka

Sebaik-baik prasangka karena kita sudah saling percaya
Seburuk-buruk prasangka karena kita tidak mengetahuinya
Karena berawal dari sebuah kejujuran, prasangka itu menjadi baik
Dan berawal dari ketidakjujuran, prasangka itu menjadi buruk


Belajarlah untuk selalu berkata jujur, karena meski kadang pahit di awal, tapi percayalah itu lebih baik di akhir. 

Read More..

Senin, 09 Juni 2014

Response 201 = No Response

Aksi Reaksi?
Ketika kamu melakukan sebuah aksi, pasti ada yang namanya reaksi, ya begitulah hukum newton.
Tapi jika kamu sudah melakukan aksi, tapi tak ada reaksi, mungkin kamu lagi berhadapan sama tembok.

Momentum?
Apalah arti sebuah momentum?
Momentum itu penting, karena bisa jadi itu menjadikan sebuah titik awal keberhasilan.. Misal kalau kamu memberikan selamat hari kartini di tanggal 21 April, itu momentum yang tepat. Tapi kalau 21 April kamu ngomong selamat hari pancasila, ya enggaklah -_-
Sang Juara itu belum tentu yang terbaik, bisa jadi pas punya momentum yang tepat.

Respon?
Respon adalah sebuah tanggapan setelah kita melakukan sebuah perlakuan.
Respon itu bermacam-macam, ada OK, Bad Request, Error, Forbidden, banyak banget, apalagi respon dari program. Beuh,, tapi kalau aku nulis respon model beginian bakalan diprotes sama yang baca.
Intinya, kalau ada sebuah perlakuan ada sebuah respon, tapi kenapa akhir-akhir ini aku sering nemuinnya no respon? Haha, capek deh..
Mungkin lagi berhadapan sama tembok.
Sekiaann..


Read More..

Sabtu, 24 Mei 2014

Sembilan Belas Nol Lima

Akhirnya aku mencapai titik dimana aku menginjak usia 21. Yah, aku sudah cukup dewasa untuk menapaki hidup ini. 1905 tahun ini agak berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana 1905 tahun ini aku sengaja menyembunyikan tulisan “Birthday” dari profil jejaring sosialku. Dan bisa ditebak sendiri kan? Yang ngucapin Cuma beberapa. Sebenernya, aku pengen menyembunyikan tulisan itu sejak tahun lalu, tapi entah mengapa aku baru merasa siap sekarang. Aku hanya ingin tahu seberapa dekat orang mengenalku. Dan hasilnya, hanya beberapa saja sih. Maklum, aku aslinya orang Introvert, sama dengan ciri khas golongan darahku, A. Sebenernya, birthday itu enggak begitu penting sih. Aku males aja, Cuma ketika aku ngomong itu kepada seseorang aku pernah dimarahi. Katanya, “Birthday itu penting, buat ngingetin perjuangan ortumu yang membuat kamu ada di dunia ini”. Oh, okay, alasan diterima. Dan itu bikin nrocos men, haduh. Iyasih, itu rutinitas setahun, tapi kalau dipikir-pikir juga birthday adalah momen yang tepat buat berterimakasih ke ibu yang telah membuat kita menikmati indahnya dunia ini.

1905 tahun ini jatuh di hari senin men. Yah, hari masuk kuliah pertama di awal pekan. Dan hari itu aku enggak berharap apa-apa. Aku hanya ingin aku semakin dewasa saja dan bisa menentukan arah tujuan. Berbagai ucapan yang biasanya aku terima, hari itu enggak ada, paling Cuma beberapa saja, itupun yang ngucapin langsung enggak ada. L Paling Cuma lewat sms doang, haha. Rasanya gimana gitu? Kadang bener sih, ada ungkapan. “Teman yang banyak itu belum tentu semuanya teman”. Setidaknya aku jadi lebih tahu apa arti 1905 buatku. Ah sudah, itu enggak penting sih, tapi mosok sih le kekancan ko ngene toh -_- ah mbuh, wkwk, mutung sik, mumpung iso mutung, mutung sik ben galau, ben susah, karena habis susah biasanya muncul kebahagiaan tak terduga, :)
Read More..

Rabu, 26 Maret 2014

Menemui Esok Hari!

Sebenernya pas nulis ini lagi ada tugas bikin RPP. Yah, sebagai makhluk semester menjelang akhir di kampus pendidikan emang dituntut buat bisa bikin RPP. Padahal aku sendiri bukan makhluk yang pandai menulis. Dan aku makhluk yang susah beradaptasi, kadang keadaan yang memaksa buat beradaptasi. Bukan bermaksud mengeluh, tapi emang begitu adanya. Ini kesekian kalinya aku harus memaksa diriku untuk berubah sesuai dengan urutan proses hidup. Yah SMK. Hal yang paling aku benci ketika aku menginjak masa akhir SMP. Pokoknya, enggak mau sama yang namanya SMK. SMK itu apa sih? Cuma tempat orang yang kurang mikir aja, cuma tempat nyetak calon buruh abadi. SMK itu sekolah kelas dua, enggak ada apa-apanya sama SMA. Pikirku sih gitu, dulu. Dan kali ini dipaksa untuk memasuki dunia tersebut dengan peran yang berbeda, yakni sebagai calon pendidik. Aku disuruh memotivasi para calon buruh untuk menjadi buruh yang sesungguhnya. Yah, sulit memang, sangat sulit bagiku. Mencintai hal yang belum pernah kau sukai. Memang dengan adanya LKS, aku jadi sedikit tertarik. Tapi? LKS kan nggak ada apa-apanya dibanding dengan OSN yan. Pikiran buruk itu terus menghantuiku. Bahkan ketika teman-teman yang lain sudah bolak-balik SMK buat survey, aku baru sekali, dan itu rasanya waw sekali. Aku sampai saat ini belum siap untuk terjun ke dunia itu. Aku butuh semangat berlebih, atau mungkin disemangati. Aku butuh sebuah keyakinan, bahwa SMK itu sama bagusnya dengan SMA, pun bahkan lebih bagus karena nggak cuma bergantung pada teori semata. SMK itu keren, SMK itu kece. Yah, aku butuh kata-kata itu, walau hati ini masih sulit menerima kenyataan ini. Setidaknya, dengan adanya penyemangat, mungkin egoku akan luluh, dan aku akan mulai menyukai proses ini. Ingin aku berteriak, hey kalian! Trust me that SMK is better than SMA. So, I can smile for making my task today.

Walau enggak nyambung, aku cuma mau bilang ini..

"Kita tidak akan pernah tahu apa yang kita miliki sekarang apakah akan kita miliki esok hari. Aku hanya mencoba menikmati hari ini, sembari mempersiapkan esok hari. Aku berdoa semoga yang ku miliki sekarang dapat bermanfaat untuk hidupku kelak."
Read More..

Selasa, 18 Maret 2014

Konfirmasi? Penting ya?

Sebenarnya aku pengen nulis kaya gini udah lama, cuma baru sempat aja, maklum sih harus jumpa fans sana-sini, :)) *plakk*
Di tengah zaman yang modern ini, arus informasi sangatlah deras, saking derasnya filter itu sering tidak bekerja. Kadang ada informasi yang bersifat propaganda, pencitraan kek, atau apalah itu, yang kesemuanya bermuara pada 1 hal, membuat salah satu pihak terlihat baik, dan satunya amatlah buruk. Sebagai orang yang sedang mendalami ilmu tentang informasi, aku paham betul bahwa sekarang adalah era informasi, dimana orang lebih mementingkan informasi dibanding hidupnya sendiri. Tau kan? Pas ada gempa, bukannya nyari tempat berlindung, eh malah ngetwit dulu, nyetatus dulu, check in dulu. :| hih..apaan itu mah. Orang-orang zaman sekarang itu lebih suka populer di dunia maya daripada menyelamatkan nyawa sendiri.
Begitulah pemikiran orang zaman sekarang yang mulai bergeser agak kejauhan. Maklum saja, media informasi itu sangatlah banyak. Sekarang aja nih, kalau punya semarphone bisa pakai layanan instant messaging, macam wasap, line, kakao, bbm, wechat. Ada fesbuk, twiter, sms, telpon. Pokoknya apalah itu namanya yang pasti bertujuan buat menyalurkan informasi.
Nah yang bikin aku heran, di zaman yang saking mudahnya informasi ini, ada juga segelintir orang yang malah tidak terdeteksi keberadaannya, ada yang sengaja menutup diri mereka sendiri. Kalau emang itu bertujuan buat memproteksi diri dari banyaknya pencitraan atau apalah itu ya emang bagus. Tapi lain lagi ceritanya kalau menutup diri pas ditanya temennya. Duh nek iki, -_-. Pernah nih suatu ketika, ngasih informasi ke beberapa orang, dan informasi itu bersifat urgent a.k.a mendesak, dari beberapa orang yang dikirim, hanya 1 2 yang muncul, yang lain entah ke mana. Eh pas dilihat di timeline, tuh orang baru aja bikin status, pas buka wasap terlihat online, pas buka fb juga online. Hadeh.. heran yah. Itu sih mending, daripada nanya hal penting lewat wasap, last seen nya aja barusan, dan kamu ngirimnya setengah jam yang lalu, duh nyesek. Kalau di fb, cuma di seen doang, ga dibales juga. Ada-ada saja sih kaya gitu. Mbok ya kalau informasi yang baik itu diseriusin, masa cuma timeline mulu diseriusin. Kan kasihan yang udah ngasih info. Susahnya lagi, kalau udah ngasih info, udah di seen, eh malah nggak dikerjain terus malah mencak-mencak bilang gini gitu. Huft.. yang ada sini jadi pengen marah-marah. Tapi marah-marah itu juga ga perlu sih, tambah capek aja. Yang bener sih mending sabar, dan kalau ada waktu ngingetin orang yang kaya gituan.
Please, dibalik sebuah informasi, adanya konfirmasi itu juga penting. Media yang baik itu media yang bermanfaat kan? Percuma punya gadget bagus, yang banyak media informasinya, kalau ditanya enggak pernah jawab, enggak ada respon. Lama-lama kan jadi bosan nih kasih info atau kalau mau nyuruh, lha wong cuma dilihat doang, dikiranya cuma read only apa. Mbok kalau dkasih info itu istilahnya nglegani sik ngirim, jawab aja, udah diterima, makasih ya. Enak kan jadinya? Situ seneng dapat info, yang ngasih kabar juga seneng kalau infonya dibaca.
Read More..

Senin, 17 Maret 2014

#JKT part 3 - bagian 1

Ini adalah kali ketiga aku ke Jakarta, maklum aku hanya anak desa yang jauh dari peradaban modern, yo cen! Wkwk.. Tapi enggak mau mendramatisasi kalau rumahku pelosok, walau emang sinyal hape aja bikin mules tiap hari, hehe
Di Jakarta part3 ini aku berkesempatan mengunjungi Universitas Indonesia, Universitas terbaik di Indonesia, katanya sih gitu. Tapi emang bagus sih, kampusnya rimbun, jauh banget sama kampusku, ikip yk, haha. Ke UI kali ini adalah sebuah kejutan buatku, aku dan teman-temanku, menamai diri kami R.A.D.A.R Studio, yang itu singkatan Rais Andri dan Akhi Rahma mengikuti lomba yang namanya U-Champ, ukhuwah championship yang diselenggarakan oleh FUKI (Forum Ukhuwah dan Kajian Islam) Fakultas Ilmu Komputer UI. Ide awalnya bikin aplikasi zakat, ide nya andri. Terus di mix jadi aplikasi zakat beneran dan itu bikinnya sumpah lama banget, haha.. jadi kita itu enggak liburan sama sekali tauk. Yang lain ke dieng, sebut saja rifa dan kawan-kawan, aku tetep koding. Beruntunglah dalam proses koding itu ada makhluk bernama deni sama mil yang seolah enggak pernah lelah koding. K * Koding aja diseriusin*. Si akhi malah sempet ke dieng, nah aku andri sama rahma ini blas enggak liburan sih. Walau sebenrnya ada tawaran dari wulan buat main ke rumahnya (Dieng), tapi berhubung bapak masih sakit yaudah sih, cancel aja.
Nah, di tengah perjalanan tuh akhi mengundurkan diri men, yah berkurang satu men. Dan keren nya itu, dia re sign pas bapakku masuk rumah sakit dan itu ujian semester dan aku ra ngerti kudu ngopo, meh nesu yo raiso, sik jenenge lomba ki ikhlas-ikhlasan seko ati kok, aku raiso mekso kalian meski aku ki tok tulis ketua tim, aku yo mung mengarahkan kalian lah, sama memastikan ini aplikasi dapat berjalan lancar, dan bisa mengikuti tahapan lomba dengan baik. Dadi nek aku kadang mutung yo maafkan lah kawan, aku iseh enom, aku ki sakjane pengen ngepush kalian lebih, ini harusnya gini, harusnya gitu, tapi mungkin karena sifat dasarku banyak ora kepenak e, yo mending aku meneng dengan harapan kalian ki paham, e jebul ora yo, haha.. lupakan lah, itu bagian dari proses. Lomba boleh asal nggak ganggu kuliah, oke. Kadang pada ngomong gini sih,
Aku telat ya. Oke.
Aku ga bisa datang hari ini. Oke.
Maaf ya aku ada kerjaan di rumah. Oke.
Simpel, kalau enggak bisa datang kasih kabar aja, kalau enggak ngasih kabar itu takutnya kenapa-napa gitu lho J
Udah bawa santai aja sih menurutku, lomba itu semacam ibadah sunnah buatku, kalau dikerjakan kalian dapat poin plus plus, kalau enggak ya enggak berdosa kok. J
Jadi tim tinggal bertiga ini, walau bertiga Alhamdulillah solid, dan Alhamdulillah sense buat piknik ku juga hilang, jadi aku bisa focus, wkwk
Dulu aku sempat berkata gini,
“Kita enggak liburan pas semester ini gapapa ya, sekalinya liburan kita ke UI bareng-bareng, maret besok, sabar ya. Maaf mengganggu liburan kalian. “
Dan enggak tahu kenapa itu semacam doa yang Alhamdulillah diijabah oleh Allah. Padahal aku udah ga berharap banyak, soalnya ini juga baru pertama bikin aplikasi di platform windows phone.
Sebenernya ada korelasi ini sih, jadi pendaftaran lombanya itu tanggal 27 desember 2013, pas ujian akhir IMK, dan itu hari terakhir laptopku bernyawa, L Dan laptopku itu enggak bisa buat develop windows phone, lha wong durung i3 kok, dual core we amd cah, duuuuhhhhh. Maka dari itu aku ngajak andri, selain karena dia pinter dia juga punya laptop i5, hehe. Dan hari berikutnya aku kehilangan laptop kesayanganku, laptop yang membuat aku menemani hari-hariku dengan game, dan mulai jatuh cinta pada koding. Njut aku galau, esuk e aku tumbas laptop, rasane pengen mewek cah, soale aku wes janji karo bapak ibu nek arep jaga laptop iki tekan aku lulus, e lagi 2,5 tahun udah meninggal. Kalian kudu memahami apa sik tak rasakke! Kudu! Hiks
Emm..tapi aku juga seneng sih, punya laptop baru (i3, iso develop windows phone \^^/) dan itu hasil dari keringatku di tahun 2013, Alhamdulillah. Dibalik susah ada sedikit oase begitu, J *akurapopo.
Berkat si laptop baru ini aku jadi bisa membuat apps di windows phone, entah rasanya aku bahagia iso dolanan wp, J Lumayan bisa buat belajar.
#SKIP PART 2
Di hari pengumpulan final aku masih menunggu sertifikasi dari windows phone store, soale hari jumat pagi itu dapet email yang isinya gagal publish gara-gara ada bugs yang disebabkan oleh tipe data yang salah. Hmm.. Dan terpaksa upload ulang, sementara sabtu pagi itu ga dapet email blas dari wp store, terpaksa lagi sms panitia buat minta saran, e kok ra dibales. Kebetulan hari itu aku mengikuti acara dari Noki Ya DVLUP di hotel Grand Tjokro Yk, dan dapet sesi siang sementara temen-temenku sesi pagi, njut menyisakan aku ro rahma. Nah, pas acara itu aku coba sms panitia lagi, e dibales, katanya suruh ngumpulin berkas, yang aku memahaminya sebagai file XAP yang dikumpul lewat email. Langsung aja, karena aku udah bikin screenshot, dan kalau masalah kata-kata, cewek lebih pinter, aku serahin deh ke rahma. Maaf ya na, kalau kamu ga focus ke presentasi DVLUP, hehe. Dan ga selesai ternyata, kemudian kami ke KPLT, dan alhamdulillah isya’ udah bisa ngumpul berkas. Kemudian aku sms panitia lagi, dan lagi-lagi no respon, ealah, nyebai!
Di berkas yang aku kumpulin itu ada tulisan, “Maaf belum menyertakan link aplikasi di WP Store karena belum sertifikasi”. Udah sih..
Nah, rabu 5 maret 2014 aku baru mengirimkan link aplikasi ke email panitia nih, dan enggak berharap banyak, soale kami ngirimnya telat. Dan itu salahku karena gagal memanajemen waktu tim, maafkan aku kawan.
Seminggu berikutnya, pengumuman finalis, katanya tanggal 10 sih, yaudah aku seriusin timeline twitter nya panita, e ternyata nggak muncul, huhu. Kayaknya sih ditunda. Nah, pas hari berikutnya seakan sudah tak banyak berharap lagi, karena berbagai alasan di atas, aku ga mantengin timeline, aku balik ke rumah, mau makan dan ngerjain proyek mandiri. E dapet sms dari akhi dan andri, akhi sms bilang selamat, dan andri ngabarin kalau kita ke UI, refleks, aku sujud syukur, Alhamdulillah dapet kesempatan ke UI, Alhamdulillah bisa jenguk mbak Ita, bisa main sama Ryu, emmmm pokoknya speechless. Dari UNY bukan cuma tim kami, tim nya sidik juga lolos, sayang punyane mil enggak, huhu.. sabar ya mil.
Akhirnya kami ke UI bareng-bareng, J
Read More..

Selasa, 18 Februari 2014

Apa yang kamu omongin jadi nyata!

Ceritanya lagi scroll alur cerita masa lalu. Istilahnya membuka lembaran yang sudah lama, ya semacam membuka sejarah. Kan sejarah itu punya sifat untuk membangkitkan semangat masa lalu kemudian dibawa masa depan dengan pengubahan seperlunya. *Eh kaya cerpen aja :|
Ceritanya dulu aku punya kompetitior, tsaahh.. Kaya perusahaan aja, hehe. Tapi ini beneran, aku di waktu dulu itu gemar taruhan, wuh dosa. Tapi taruhan dalam hal baik, gatau itu dosa apa enggak. Jadi kita kompetisi nyari nilai tertinggi, yang kalah nraktir makan. Seru juga sih, tapi ada rule nya, kita boleh saling mengajari, tapi enggak pas ujian, dan ujian itu DIY (Do it yourself) a.k.a garap piyambakan, yang nyontek itu kena penalti. Gegara taruhan tadi ya jadi semangat, hehe. Tapi sayang semenjak kita berpisah *haiss, ya kan udah beda perguruan tinggi, aku sekolah keguruan dia sekolah kehidupan. :| Aku merasa kehilangan kompetitor, oke. Singkatnya, ga ada saingannya, jadi aku males deh kuliah!
Dan, karena ini tingkat kemalesanku udah akuuuuttt, sampai hidupku cuma diisi dengan main game doang, ku beranikan diri buat menyapa temanku tadi.


X : Hai, apa kabar?
Y : Hai, juga.. baik alhamdulillah. Kamu sendiri?

X : Baik juga sih, haha... Gimana kuliah mu? *dengan PEDE nya aku tanya itu
Y : Seru sih, tapi orang-orang disini kurang bersahabat, nggak kaya dulu. Lha kamu?
X : Em, sama sih, aku malah ga nyaman disini.

Y : lho, kenapa e? Bukannya waktu itu kamu bilang nyaman di sana?
X : Ya itu kan dulu, sekarang mah pada sibuk sendiri-sendiri, gatau pada kemana. Em, aku boleh jujur nggak?
Y : Owh gitu.. Iya, knapa e?
X : Aku rindu saingan denganmu :| di sini diajak kompetisi susah, udah masuk jurusan nya aja masih nggak ikhlas, selalu saja membandingkan dengan rumput tetangga
Y : Oh gitu ya.. Ya kamu aja mereka buat kompetisi dong. "Kamu anggap kamu terbaik dikelas, mereka gitu, dengan begitu tentu kamu harus lebih baik dari mereka. Ajak temanmu buat kompetisi, gapapa mereka susah, asal kamu bisa nyemangatin"
X : em.. okedeh, makasih banyak, semoga ya, hehe.. Sukses buat kuliahmu, :)
Y : Aamiin, sama-sama. Tapi lulus duluan kamu yak, haha
X : Iya dong! Selamat menikmati kehidupan kita yang baru.

Y : :)

Enggak tahu kenapa, setelah percakapan tadi rasanya semangatku mulai membara, ceileh.. Rasanya aku harus jadi yang terbaik, dan harus bisa membawa yang lain juga, :)
Thanks lho ya, seorang teman kadang enggak selalu ada buat kita, tapi saat kita butuh dia selalu ikhlas dan mampu membawa kita dengan kesejukan. *Sesejuk garni*er
Read More..

Berbicara yang baik kawan!

Tiba-tiba teringat cerita beberapa tahun yang lalu,

X : Mas, sepertinya kalau aku bisa seperti mereka keren ya?
Y: haha, iya.. makanya itu badanmu di gedhe in dulu biar ideal, tumbuh ga cuma ke atas doang, nyamping juga.

X : Mending aku sih mas, lha kamu tumbuh kok ke samping mulu
Y : Asem yak..
X : hehe, damai om. Ya nanti tak banyakin makannya wis.
Y : Nah gitu dong.. hmm.. aku percaya kamu kelak seperti mereka
X : Kok bisa mas?
Y : Enggak tahu, aku cuma percaya aja..
X : Waha.. ada-ada saja
Y : Hm, kita harus menikmati masa-masa kaya gini, sebelum kamu menjadi seperti mereka, haha. Mungkin nanti kamu akan melupakan aku.
X : Weh, jangan gitu mas. Bagaimana pun aku tetep temanmu kok, kamu kan om ku, :P
Y : Tapi kan manusia ga ada yang tahu, mungkin kita sekarang berteman, besoknya lagi jadi musuh bisa kan, pun sebaliknya
X : Ya aku harap kita ga begitu sih mas
Y : Iya-iya.. aku pun

X : Sebut saja dulu teman akrabku, tapi bukan pacar dan bukan ttm :|
Y : Aku

Dan siapa sangka, kini semua yang ada dipercakapan tadi terbukti, kini dia telah menjadi apa yang dia mau, begitupun dengan yang aku omongin, kini kita sudah tak lagi saling menyapa, sibuk ditengah hiruk pikuk dunia kita yang baru. Dulu kita mengenal begitu dalam, namun kini kita tak lagi saling kenal, dan akhirnya kita tak tahu lagi kapan bisa dipertemukan. Semoga nanti bisa dipertemukan, entah itu cepat atau beberapa waktu lagi.
Tak ada kata teman yang hilang, hanya saja kita baru sama-sama berusaha meraih apa yang kita inginkan. Jaga dirimu kawan, lain kali kalau ketemu jangan asal ceplos, gini kan jadinya, haha.. Bicara yang baik dan semoga hal baik tersebut yang terwujud.
Read More..

Selasa, 11 Februari 2014

{ BIRTH DAY BUKAN BORN DAY }



*Prolog*
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday Happy birthday
Happy birthday to you

Tiup lilinnya
Tiup lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga sekarang juga

*Preface*
Ulang tahun, tahunnya berulang-ulang tapi beda setting dan latar peristiwa. Jadi, apakah yang disebut ulang tahun itu? Hmm..
Ulang tahun adalah moment atau titik balik matahari, titik didih, titik jenuh, titik, -_- *Please ini bukan kimia. Ulang tahun adalah momen gaya atau inersia di mana seseorang genap menempuh sebuah usia, yah seperti ulang tahun ke sepuluh, berarti orang tersebut sudah genap menempuh usia 10 tahun nya. Begitulah..
Esensi dari ulang tahun adalah agar kita ingat bahwa jatah hidup kita semakin sedikit, L Bahwa kita hidup di dunia hanya sebentar, kalau diibaratkan hanya seperti kita memasukkan jari kita ke lautan yang begitu luas, yah hidup hanya seperti air yang menempel pada tangan saat kita angkat. Begitu singkatnya, L
*Udah sih sedihnya*
Ulang tahun atau birthday di era modern seperti ini dirayakan dengan cara yang unik, salah satunya di fesbuk. Bisa dibayangkan, kita punya ribuan teman dan kita diselamatin men, diselamatin kalau UMUR KITA SEMAKIN BERKURANG, OH MEN.. Mereka JAHAT sekali, bukannya didoain, malah diselamatin, aaa.. timpuk pake roti tawar. Yah begitulah, di malam kita ulang tahun nih, kita online sekitar jam 12 malam, hihi.. Buat nunggu siapa yang mengirimkan ucapan selamat di timeline fesbuk kita untuk pertama kali. Habis itu kita tunggu lagi sampai seberapa banyak yang ingat akan ultah kita *stop! Kalau tanggal lahir kita dibikin terlihat ya bakalan tau kalik, apalagi yang pakai semartpon*
Nah, itulah salah satu trik biar kita bahagia di hari ulang tahun kita, hehe
Kalau tingkat KEIMANAN kamu udah gedhe, coba deh tanggal lahir di fesbuk di hide, biar tahu siapa yang masih ingat akan hari kebangkitan kamu *eh. Kalau udah gitu, biasanya hanya teman yang sesungguhnya yang ingat momen di mana kita menggenapi usia kita. Dan itu lebih mengharukan kawan. Jumlah teman tidak menentukan kebahagiaan kita, tapi teman yang selalu ada dan ikhlas saat kita butuh walaupun cuma 2 atau 3 orang tapi itu jauh lebih berharga,
J

*Introduction to newest birthday model*
The newest birthday model *uhuk keselak*.
Yang jelas model di sini bukan dalam trilogy M-V-C dalam OOP (Object Oriented Programming), di mana model berperan untuk penanganan database. *Please skip ini skip, aku muak*
Model-model ultah zaman sekarang itu, kita diikat, terus dilempari pakai telur atau tepung, njut kita dipermalukan dihadapan umum, terus kita *sudah.. aku ga kuat ceritanya ambil spidol*
Begitulah, miris sekali.. kita disiksa men, disiksa.. uyeahhh..
Sebenarnya merayakan hari lahir itu tidak ada tuntunannya dalam Islam. J
Hanya saja orang-orang zaman sekarang memang gemar menambahi ritual-ritual yang sebenarnya tidak perlu.
Seperti ritual tiup lilin, di mana kita disuruh meniup lilin yang ada di atas kita terus kita disuruh berdoa. HA! Please, lilin itu udah ada sejak zaman romawi kuno, pada waktu itu lilin dipercaya memiliki pengendali terhadapa kekuatan hitam, seperti sihir, iblis, dan setan. *di Indonesia sendiri lilin itu symbol babi ngepet* Nah, pas lilin itu ditiup, maka lenyaplah sudah kekuatan hitam tersebut, terus kita memohon doa kepada penguasa alam supaya diberi keselamatan dan keberkahan. Mirip ya kalau kita dapat roti buaya brownies (berondong maniezzt) tart cupcake ultah terus di atasnya dikasih lilin sebanyak jumlah usia kita *bayangin kalau yang ultah simbah kita yang usianya 100 tahun terus kue nya cuma seukuran 10cm x 10 cm, lilinnya GIMANA? GIMANA juga niupnya? Nafas aja udah pake alat bantu hidung, eh*. Habis itu kita tiup itu lilin. Tuh kan, apa yang kita lakukan mirip sama ritual pemujaan orang romawi, aaa. Jadi itu bukan ajaran islam lho ya. Masih ingat di bawah ini,
“ Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut. “

*What should we do in our birthday*
Dan, untuk ucapan ulang tahun memang tidak ada salahnya, tapi dibalik kelahiran kita, sesungguhnya ada sebuah nama yang memiliki andil besar atas kehadiran kita di muka bumi. Nama tersebut sering kita panggil dengan sebutan IBU, ya IBU.
Ibu adalah orang yang paling berjasa atas lahirnya kita di muka bumi. Kalau kalian pas ulang tahun, coba ingat lagi momen beberapa tahun lalu di mana IBU kita berjuang antara hidup dan mati buat melahirkan kita. Berapa banyak darah yang beliau keluarkan? Berapa lama dia berjuang ditengah dua kemungkinan, hidup atau mati? OH L Tapi kenapa kita sering lupa, sering ingkar, kenapa pas kita ultah yang diingat pertama justru pacar, justru teman. Justru kita menraktir makan pacar, menraktir makan teman, sedangkan ibu kita sendiri kita cuekin dirumah. Bukankah ibu kita yang selama ini membimbing dan mendidik kita sehingga kita bisa seperti ini? Bukankah ibu kita yang merawat kita semasa kecil, yang mengantar kita ke sekolah untuk pertama kali, yang mengajari kita membaca, yang dengan tulus memaafkan ketika kita berbuat salah. Masih banyak lagu kebaikan ibu kita, sampai tak mampu kita menghitugnya.
 Hormati ibumu, lalu ibumu, lalu ibumu. J Rasulullah pernah berpesan seperti itu.
“Sesungguhnya surga ada di bawah telapak kaki ibu”
Semoga kata-kata di atas tidak sekedar menjadi pengisi mata pelajaran di waktu SD.
Walaupun kita tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan ibu kita, tapi setidaknya kita berusaha untuk memberi yang terbaik buat ibu kita, J
Jadi, ketika kamu diizinkan untuk membuka mata di hari ulang tahunmu, bangun dan peluklah ibumu seerat mungkin, berterimakasihlah pada beliau, karena lewat beliau kita bisa seperti ini.
Thank you MOM, I LOVE YOU.

*Epilog*
Mata ini terbuka lebar, menerawang ke sekitar
Ku lihat beberapa sosok manusia yang tersenyum dan tertawa menatapku
Tapi aku justru merasa khawatir
Aku takut …
Sangat takut ..
Aku takut tidak bisa menjaga janjiku pada Tuhan
Lalu aku menangis sejadi-jadinya ..
Pendahuluku bilang
Dunia itu kejam, kau akan selalu terperdaya dengan nikmat sesaat
Kemudian seorang wanita memelukku erat-erat
Dan berkata ..
Kau lah penerusku nak!
Kelak kau yang akan memimpin dunia ini
Dan pelukan ini begitu hangat
Hingga aku yakin mampu menjaga janjiku
Kini ku panggil engkau dengan sebutan Ibu
Read More..