Halaman

Pencarian

Minggu, 26 Mei 2013

Oh Men, ini pengakuan!

TEMAN, SAHABAT. Ya, sesuatu yang selalu mengiri perjalanan hidup kita. Tanpa teman dan sahabat mustahil aku bisa seperti ini. Dari masa kecil, teman dan sahabat selalu memiliki kesan tersendiri dalam hidup. Ada yang baik, usil, ada yang gile bener juga. Ada yang cantik, ada yang enggak, ada yang rajin mandi ada yang susahnya minta ampun kalau mau mandi.
Ketika kecil, berteman dengan siapapun adalah hal wajar, tak kenal usia, tak kenal warna kulit, tak kenal perbedaan lah. Masa kecil adalah masa yang paling indah menurutku, hidup seakan tak ada beban, aku bebas ke sana kemari tanpa khawatir akan ada yang menerkam.

Seiring berjalannya usia, setiap manusia pasti memiliki jalan hidup masing-masing. Yah, kita berhak menentukan pilihan hidup kita, mau malas, mau kerja keras itu tergantung pada kita, ya KITA. Bertambahnya usia kadang juga berpengaruh pada pola pikir dan sikap kita. Tapi, ada yang tidak aku suka, bertambahnya usia terkadang menumbuhkan banyak perbedaan didalam sebuah pertemanan. DULU, mungkin kita bisa bebas saling mengejek, bertemu, tanpa peduli hal apa yang akan terjadi. Sekarang, ketika masa usia semakin jauh, tampaknya perbedaan itu menjadi hal yang sangat riskan. Kadang hanya karena gesekan sedikit saja kita bisa bertengkar dengan teman kita, oh men. This is shit! Apalagi kalau kita sudah mengenal cinta kepada lawan jenis, teman pun bisa kita lawan. Ya, cinta itu membutakan, ohhhh..armada.

Yang jelas, bertambahnya usia itu lebih berbanding terbalik dengan jumlah teman atau pun sahabat yang kita miliki. Yah, dari segi jumlah mungkin bisa bertambah banyak, apalagi jika kita ikut organisasi, dipastikan kita bakal dikenal banyak orang. Tapi lihat, dari sekian banyak itu, ada berapa yang benar peduli pada kita, mungkin 3, 5 atau bahkan Cuma 1 saja? Yah, itulah hidup, semakin melangkah jauh kita juga memakai filter yang banyak dalam memilih, akibatnya teman sejati itu tinggal hitungan jari saja, tapi taka apa. Oiya, ada satu hal yang juga jadi masalah, ketika aku bareng sama temen cowok, berdua begitu, pasti deh sekarang jadi bahan bullying saentero dunia maya, apalagi kalau ada yang memfoto dan menguploadnya, udah dipastikan kita tak berbentuk. Yang sulit itu kalau punya temen akrab cewek, sering dikatain pacar, padahal nggak ada apa-apa juga. Tapi emang sih, punya temen cewek itu perlu, Cuma sialnya sih kalau udah punya pacar terus pergi, Oh Men! Biasanya balik kalau punya masalah, nah terus baru cerita, tuh kan, ujungnya balik ke temen.

Berbicara loyalitas, temen sejenis itu pasti lebih loyal. Gimana nggak loyal, lha mau ke mana-mana juga terserah, bebas begitu. Mau pulang pagi pun, tak masalah. :D

Nah, terima kasih buat teman-teman yang sudah hilir mudik dikehidupanku, percaya nggak percaya, meski dibilang lebay juga, gue sayang kalian kok, kalau cowok nggak bakal tak cium, cewek juga, karena besok ada yang nyium kalian. Hahaha……
Sekiannnnnn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar