Halaman

Pencarian

Jumat, 31 Mei 2013

Display:None; SetName:CeritaAkhirBulan

Berapa banyak teman yang hilir mudik di kehidupanku, semua pasti memiliki ciri khas sendiri. Sebenarnya sih ada beberapa teman yang berkesan juga. Yang terakhir kemarin, mungkin sebentar lagi bakal pergi juga, bakalan sibuk dengan kehidupan barunya. Oh men, jujur hal terberat dalam hidup itu saat kita dibawah dan teman yang mensupport itu juga lagi dibawah, endingnya cuma bertengkar, nggak jelas banget kan. Udah, biarkan kegejean ini berlanjut. Sebenarnya sih mau ngupdate quotes aja, maklum, akhir bulan, bulan yang spesial, di mana sekarang aku sudah berkepala 2. :D Tapi juga pengen cerita men.

" Your faith makes me perfect, Your support makes me strong, your hate makes me unstoppable "

Dan kayaknya bulan-bulan ke depan bakalan sibuk dengan project-project, yah semoga ada yang di danai, lumayan buat nambah kantong, :D kantong ilmu maksudku. Haha, gara-gara ada pengumuman snmptn kemarin aku jadi ingat rasanya bersyukur bisa kuliah di sini. Informatic's student, adalah sebuah jurusan yang tak pernah ada dibenakku, namun tak terkira di jurusan ini akhirnya menemukan sebuah semangat baru, yah walau telat sih, adaptasi yang memakan waktu hampir 1,5 tahun. But, better late than never kan? Menurutku asyik juga bergelut dengan teknologi, nggak bakal bosen-bosen soalnya teknologi itu ke depan men, move on terus begitu. Oiya, hari ini adalah hari terakhir semester 4, tak terasa sudah 2 tahun belajar di akademi guru yogyakarta, dan ini adalah semester terEXCITED, di mana banyak ku jumpai presensi yang isinya Tanda Silang.
Terima kasih ya Allah, telah kau izinkan aku menikmati indahnya karuniaMu di dunia ini.
Read More..

Minggu, 26 Mei 2013

Oh Men, ini pengakuan!

TEMAN, SAHABAT. Ya, sesuatu yang selalu mengiri perjalanan hidup kita. Tanpa teman dan sahabat mustahil aku bisa seperti ini. Dari masa kecil, teman dan sahabat selalu memiliki kesan tersendiri dalam hidup. Ada yang baik, usil, ada yang gile bener juga. Ada yang cantik, ada yang enggak, ada yang rajin mandi ada yang susahnya minta ampun kalau mau mandi.
Ketika kecil, berteman dengan siapapun adalah hal wajar, tak kenal usia, tak kenal warna kulit, tak kenal perbedaan lah. Masa kecil adalah masa yang paling indah menurutku, hidup seakan tak ada beban, aku bebas ke sana kemari tanpa khawatir akan ada yang menerkam.

Seiring berjalannya usia, setiap manusia pasti memiliki jalan hidup masing-masing. Yah, kita berhak menentukan pilihan hidup kita, mau malas, mau kerja keras itu tergantung pada kita, ya KITA. Bertambahnya usia kadang juga berpengaruh pada pola pikir dan sikap kita. Tapi, ada yang tidak aku suka, bertambahnya usia terkadang menumbuhkan banyak perbedaan didalam sebuah pertemanan. DULU, mungkin kita bisa bebas saling mengejek, bertemu, tanpa peduli hal apa yang akan terjadi. Sekarang, ketika masa usia semakin jauh, tampaknya perbedaan itu menjadi hal yang sangat riskan. Kadang hanya karena gesekan sedikit saja kita bisa bertengkar dengan teman kita, oh men. This is shit! Apalagi kalau kita sudah mengenal cinta kepada lawan jenis, teman pun bisa kita lawan. Ya, cinta itu membutakan, ohhhh..armada.

Yang jelas, bertambahnya usia itu lebih berbanding terbalik dengan jumlah teman atau pun sahabat yang kita miliki. Yah, dari segi jumlah mungkin bisa bertambah banyak, apalagi jika kita ikut organisasi, dipastikan kita bakal dikenal banyak orang. Tapi lihat, dari sekian banyak itu, ada berapa yang benar peduli pada kita, mungkin 3, 5 atau bahkan Cuma 1 saja? Yah, itulah hidup, semakin melangkah jauh kita juga memakai filter yang banyak dalam memilih, akibatnya teman sejati itu tinggal hitungan jari saja, tapi taka apa. Oiya, ada satu hal yang juga jadi masalah, ketika aku bareng sama temen cowok, berdua begitu, pasti deh sekarang jadi bahan bullying saentero dunia maya, apalagi kalau ada yang memfoto dan menguploadnya, udah dipastikan kita tak berbentuk. Yang sulit itu kalau punya temen akrab cewek, sering dikatain pacar, padahal nggak ada apa-apa juga. Tapi emang sih, punya temen cewek itu perlu, Cuma sialnya sih kalau udah punya pacar terus pergi, Oh Men! Biasanya balik kalau punya masalah, nah terus baru cerita, tuh kan, ujungnya balik ke temen.

Berbicara loyalitas, temen sejenis itu pasti lebih loyal. Gimana nggak loyal, lha mau ke mana-mana juga terserah, bebas begitu. Mau pulang pagi pun, tak masalah. :D

Nah, terima kasih buat teman-teman yang sudah hilir mudik dikehidupanku, percaya nggak percaya, meski dibilang lebay juga, gue sayang kalian kok, kalau cowok nggak bakal tak cium, cewek juga, karena besok ada yang nyium kalian. Hahaha……
Sekiannnnnn
Read More..

Twitter Part 1

" Dalam hidup ada usaha yang tak membuahkan hasil, itu biasa. Dalam hidup mungkin kita lebih banyak kecewa daripada tersenyum, itu juga biasa. Dalam hidup kita belajar namun tak banyak hasil yang kita dapat. Ya, itulah hidup, kadang tidak adil. Namun, tak ada salahnya kita tetap bersyukur, suatu saat nanti pasti akan tiba waktunya kita menikmati usaha kita, tersenyum lebar, dan mendapat kebahagiaan dari apa yang tidak kita bayangkan sebelumnya. "
19 Mei 13
Read More..

Sabtu, 25 Mei 2013

WHO CARES?

who cares? when you're in bottom
who cares? when you're in top
who cares? when you talk too much
who cares? when you think that YOLO
who cares?
sebuah dukungan itu penting, dukungan itu tak mesti selalu bersorak-sorak di pinggir lapangan pertandingan. Hanya dengan mendengarkan apa yang dibicarakan itu saja sudah cukup. Hanya memahami dengan berempati saja itu sudah cukup.


Read More..

Minggu, 19 Mei 2013

Digit ke 2

"Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday to you"
Sepenggal lirik lagu zaman dahulu yang dinyanyikan orang untuk menandai masa transisi usia menuju usia yang lebih tua.
Kalau aku sih usia bertambah sama aja, malah makin tua, nyanyian itu terdengar semakin usang saja. Mungkin sudah bukan masanya kali. Arti dari lagu tersebut juga aneh, ngapain juga tambah tua diselamati? aneh kan.. Ada-ada saja. Sebuah kata-kata seremonial semacam itu tak penting, yang terpenting adalah dukungan dan doa yang setiap saat mengiringi. Tak peduli seberapa panjang kamu mengucapakan saat momen itu tiba, kalau dalam keseharian saja tak pernah melakukan. Aku mau A, nggak dukung, aku mau E nggak dukung, lah percuma. Mending budaya menyelamati itu dihilangkan saja, jujur itu tidak bermutu. Kadang ada yang mengucapkan, "selamat ya!". Ya lucu banget, apa sih artinya, malah kaya pertanyaan aja.
Ya mungkin ada sisi baiknya juga, kalau menyelamati minimal sih kita masih ada yang memperhatikan, cuma gitu sih. Sekian..
Semoga doa dan dukungan terus mengalir. Digit ke 2, I'm coming... :)

Bismillahhirrohmanirrohim
Read More..