The show must go on, ya sebuah judul yang tepat buat orang yang lagi galau, eciyeh galau. Galau dalam KBBI berarti sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran), sedangkan ke-galau-an berarti sifat (keadaan hal) galau. Kalau begitu berarti galau itu lebih menjurus ke dalam arti "sibuk beramai-ramai", jauh dari penafsiran anak-anak zaman sekarang dong. Aku galau, galau kenapa? aku diputus pacar. Ha? emang pacarannya beramai-ramai yah? ^^v.
![]() |
| Galau |
Oke lanjutt, beberapa hari ini temen gue tuh galaunya minta ampun, maklum juga kan, anak kelas XII SMA men, if you know what I mean? Habis ujian akhir semester juga kan, wajar..sambil dag dig dug nunggu hasil tentunya. Daannn, pemerintah itu emang labil banget, terutama tuh pak menteri, maklum udah mau habis masa jabatan, masa ya nggak ngasih something special gitu ke rakyatnya. Keberuntungan itu ternyata didapet rakyat yang masih anak-anak tingkat SMA atau sederajat. Ya, beliau membuat keputusan untuk menghapus SNMPTN ujian tulis, (itu lho semacam ujian SIPENMARU kalau elu SMA nya tahun 80-90an, atau SPMB kalau elu masih mudaan dikit) dan sebagai gantinya setiap PTN wajib menerima minimal 50% muridnya lewat jalur SNMPTN undangan, sementara sisanya boleh pakai ujian masuk mandiri tiap universitas. Oh, God Why??
Namanya bukan sebuah keputusan kalau nggak menimbulkan kontroversi. Sebenarnya ada sisi baiknya juga lho, buat kalian yang mau masuk PTN kan jadi nggak ribet tuh belajarnya, tinggal mikir unas doang tuh hemat waktu belajar juga, terus lebih menghemat biaya juga, kan SNMPTN jadi gratis(dianggar sampai 100 Milyar tuh sama pemerintah), kuota juga nambah tuh, dari 105 ribu jadi 160 ribu.
Em, kalau menurutku sih fine-fine aja, kan itu juga pakai nilai rapor, jadi kan sejak masuk SMA siswa tu udah fokus buat masa depan, biar nggak usah aneh-aneh sampai tawuran gitu, wow(yang mau pacaran, dimanajemen ya waktunya, hehe). Di mana ada pros pasti ada cons juga kan, nah ini sisi buruknya, Pemerintah terkesan menutup mata atas proses pelaksanaan unas tahun-tahun sebelumnya, di mana masih terjadi kecurangan di berbagai tempat, bahkan akibat 2 tahun lalu(waktu gue masuk kuliah nih) ada SNMPTN undangan, banyak sekolah-sekolah yang mudah ngasih nilai tinggi ke siswa, tujuannya apa? Ya ini, biar semua bisa ikut jalur undangan dan diterima di PTN(maklum, ini harapan semua guru SMA). Pendapat gue, mending tuh dikaji dulu kebijakannya, jangan sampai menimbulkan sesal diakhir, seperti kata pepatah, penyesalan itu pasti di akhir, karena di awal itu pendaftaran. Toh kalau pengen tetep kekeh sama keputusan itu juga nggak apa-apa, asal unasnya lebih kredibel dan guru juga objektif ngasih nilai ke siswa. :)
Lho kok beda jauh sama judulnya ya? woey. Sabar men!! Itu tadi cuma intro doang, biar lebih keren gitu.
Namanya bukan sebuah keputusan kalau nggak menimbulkan kontroversi. Sebenarnya ada sisi baiknya juga lho, buat kalian yang mau masuk PTN kan jadi nggak ribet tuh belajarnya, tinggal mikir unas doang tuh hemat waktu belajar juga, terus lebih menghemat biaya juga, kan SNMPTN jadi gratis(dianggar sampai 100 Milyar tuh sama pemerintah), kuota juga nambah tuh, dari 105 ribu jadi 160 ribu.
Em, kalau menurutku sih fine-fine aja, kan itu juga pakai nilai rapor, jadi kan sejak masuk SMA siswa tu udah fokus buat masa depan, biar nggak usah aneh-aneh sampai tawuran gitu, wow(yang mau pacaran, dimanajemen ya waktunya, hehe). Di mana ada pros pasti ada cons juga kan, nah ini sisi buruknya, Pemerintah terkesan menutup mata atas proses pelaksanaan unas tahun-tahun sebelumnya, di mana masih terjadi kecurangan di berbagai tempat, bahkan akibat 2 tahun lalu(waktu gue masuk kuliah nih) ada SNMPTN undangan, banyak sekolah-sekolah yang mudah ngasih nilai tinggi ke siswa, tujuannya apa? Ya ini, biar semua bisa ikut jalur undangan dan diterima di PTN(maklum, ini harapan semua guru SMA). Pendapat gue, mending tuh dikaji dulu kebijakannya, jangan sampai menimbulkan sesal diakhir, seperti kata pepatah, penyesalan itu pasti di akhir, karena di awal itu pendaftaran. Toh kalau pengen tetep kekeh sama keputusan itu juga nggak apa-apa, asal unasnya lebih kredibel dan guru juga objektif ngasih nilai ke siswa. :)
Lho kok beda jauh sama judulnya ya? woey. Sabar men!! Itu tadi cuma intro doang, biar lebih keren gitu.
Oke, kembali ke materi anak-anak.
Dan sehabis temen gue itu denger tuh pengumuman, temen gue itu nggak pernah sms gue men, padahal gue kemarin bener-bener butuh bantuan dia, duh kasian banget yah. Tapi gue juga maklum tuh, anak seusia dia lagi labil-labilnya, apalagi ada keputusan yang nyangkut masa depan dia. Tapi nggak cuma gara-gara itu doang sih, ada lagi, tapi rahasia aja. Sampai-sampai dari tuit passive dia jadi tuit junker, isi tuinya juga keren-keren gitu. Tapi saking sibuknya gue belum tanya keadaannya. Dan gue jadi inget sama ayat dalam surat Alam Nasyroh ayat 5-6 yang artinya gini
" karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,"
"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Dalam ayat tersebut jelas sekali bahwa kehidupan itu seperti roda yang berjalan, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, pasti ada solusinya, dan yang terpenting jangan sampai meratapi kesedihan. Bahkan Allah SWT sampai mengulanginya, itu menandakan bahwa Allah itu SWT melakukan penegasan kalau setiap cobaan itu pasti ada solusinya. Allah juga tidak akan menguji hambaNya melebihi batas kemampuan hambaNya itu. Sedangkan, kalau kata para Trainer/motivator jangan sampai kesedihan itu melenyapkan segala hal yang bisa membuat kita bahagia.
![]() |
| Tarik mulut 2cm ke kiri dan 2 cm ke kanan. |
" Hiduplah dengan mencari ridho Allah "
" Syukurilah semua nikmat yang Allah berikan hari ini "


ciyee aku baca loh mbull :3
BalasHapusahak..thanks udah baca. :P
BalasHapus