Halaman

Pencarian

Minggu, 30 Desember 2012

Semua Orang Adalah Guru

Aku akan menceritakan sedikit tentang pengalamn hidupku. Aku adalah seorang mahasiswa pendidikan di salah satu PTN di Jogja. Berada di kampus ini adalah pilihan keduaku. Aku sama seperti kebanyakan orang di sini, aku tidak ada niatan sama sekali ke kampus pendidikan. Ya, memang aku pernah bercita-cita ingin menjadi guru waktu aku kecil, tapi setelah aku melewati masa SMP dan aku mengenal dunia luar, cita-cita yang dulu aku inginkan itu aku hapus dari hidupku. Banyak disekitaranku berkeluh kesah tentang profesi guru, entah itu karena gaji yang rendah lah atau karena murid zaman sekarang yang terlampau mainstream lah. Terlepas dari itu semua, aku jadi banyak terpengaruh. Aku tak mau menjadi guru. Aku lebih memiih untuk mendaftar di PTN lain yang bukan  pendidikan tentunya. Kebanyakan dari temanku pun begitu, mereka beranggapan sama, kampus pendidikan itu mengerikan, belum besok kalau cuma jadi guru honorer, bakalan makin galau dan nggak laku-laku ya(ah lupakan).

Singkat cerita, aku minta pertimbangan ke keluarga besarku, sebut saja dia paman(eh sama aja). Nah, gobloknya itu kenapa aku tanyanya ke dia, dia kan guru, ya tentu aja dia nyaranin aku jadi guru. Nah, dengan tata cara dia ngomong plus waktu itu aku juga nggak diterima di PTN itu tadi(dulu jalur undangan), aku percaya aja(makin keliatan gobloknya). Aku dengan PDnya daftar ke kampus itu, daaaaaaaaaannnn sesuai dugaanku, aku diterima. Aku seneng banget, tapi sehabis aku ketemu temen-temen, gue langsung lemes, mereka diterima dikampus kece yang gue penginin tadi. Kaya di film 3 idiots, 
"Elu bakalan sedih kalau temen-temen elu punya nasib dibawah elu. Tapi elu bakalan jauh lebih sedih kalau temen-temen elu lebih baik dari elu".
Nah, sehabis itu aku jadi ogah-ogahan deh ngampus ditempat itu. Aku masih terbayang-bayang bagaimana besok kalau udah lulus, aku jadi guru dan honorer? OH GOD WHY? Mau nyari pacar aja susah (eh ini lagi). Dan setengah tahun pun berlalu, muncul deh nilai pertama kuliahku. Jeder, biasa aja nih, temen-temenku cumlaude, aku enggak, dan gue galau lagi. Udah gue cuma dikampus kelas 2 goblok lagi. Nah, habis itu aku masih nggak sadar, terus pas liburan aku manfaatin deh buat nyari buku. Setelah keliling-keliling ternyata nggak ada, mentok deh, aku udah pergi jauh-jauh masa pulang nggak bawa apa-apa. Terpaksa aku asal beli buku, eh ternyata udah tebal nggak ada gambarnya pula. Tapi karena yang belikan itu ibuk, ya udah aku telen tuh buku, walau pas beli buku itu dibilang kuno sama temen saya, katanya sih "ngapain beli buku? Internet aja banyak." Iya ya, bener juga.

Singkat cerita aku udah masuk semester 2. Wah.. nggak terasa udah hampir setahun, nggak terasa juga masih nggak enjoy. Dan apa yang ku bayangkan ternyata nggak sesuram semester 1, semester 2 ini baru keren, kuliah udah mulai masuk ke bidang studynya, ternyata asyik juga ya kuliah nggak perlu bawa bolpoin, nggak ada responsi, nggak ada tuh nulis tangan, cuma ngenet terus pulang. YES!

Petaka terjadi saat bulan memasuki bulan ke 5. Yah, benar. SNMPTN. Aku mau pindah. Namun apes, gue nggak punya uang 150rb buat daftar, terpaksa deh, life must go on, and I will be a teacher. Semester pun hampir habis, aku kuliah cuma bisa trik ngenet sama download patch, OH GOD WHY? Kenapa berakhir begini? Tidak, aku justru menemukan hal lain lewat buku magis pemberian ibuku tadi. Aku sekarang bisa menjawab ocehan temen tadi.

"ngapain beli buku? Internet aja banyak." Dan aku jawab, "ngapain elu sekolah kalau elu bisa nyari ilmu lewat internet. Elu nggak perlu kehujanan dan dimarahin guru kan." Akhirnya nilai pun keluar, alhamdulillah naik, walau tetep nggak cumlaude, aha.

Semester 3 di mulai, yaaakkkkkk! Aku mulai menemukan sebuah keasyikan di kampus ini. Setahun berlalu yang ku anggap sia-sia setelah dipikir-pikir nggak ada ruginya. Malah banyak hal bagus yang aku terima. Dan aku baru sadar(selama setahun) kalau inilah tempatku, tak ada gunanya aku kufur dengan yang Allah berikan. Toh pasti ada hal baik kalau Allah berkehendak. Aku mulai sadar kalau di kampus manapun kita menuntut ilmu asalkan kita punya kemauan, keyakinan, dan usaha pasti kita bisa sukses. Dan kita tidak mesti menjadi guru kalau dibesarkan dikampus pendidikan. Semua tergantung apa yang kita mau. *Aku ngomong gini karena mayoritas anak difakultasku kerjanya merata(walau kampus pendidikan), ada yang diperusahaan, pengusaha, atau malah PNS di daerah, tentunya guru juga banyak. :). Aku *masih* belum mau jadi guru lho ini.



Bersyukur membuat kita lapang

Nah, baru-baru ini aku ketemu temen SMAku, dia anak sastra, tapi bukan pendidikan. Dia ngebet pengin jadi guru. Dan dia ngasih sebuah film jepang(it isn't not 3gp). Katanya lihat aja nih, bagus lho. Yah.. namanya juga temen, nggak mungkin boong lah. Tapi tetep gue belum mau nonton, twitter dan facebook lebih asyik daripada 5cm atau Habibi dan Habibah (eh salah). Ceritana gini, modemku kan super tuh, lemotnya, daripada aku libur nggak ngapa-ngapain kan sayang, gue terus puter aja nih film. eh, ternyata tentang kisah menjadi seorang guru. Aku masih belum yakin ini film bagus, dan benar saja, ternyata banyak kekerasan di film ini(udah mulai malesin nih). Ehhh, hwaitingg... ternyata enggak, kekerasannya cuma bumbu pelengkap perjuangan menjadi seorang guru. Aku mulai betah nih, :) Toh film luar emang lebih bagus dari film kita kan.

Di film ini(eh ini serial drama sih, ada 3 part per part 12 episode. Terus kenapa gue ngomong film mulu? ) tuh ceritanya si Guru ini anak orang kaya gitu, tapi dia ngebet banget jadi seorang guru. Nah, dia menjadi guru di sebuah SMA swasta dan dia mendapat surprise menjadi homeroom teacher(wali kelas) di kelas 3-D. Dan apa yang terjadi? Kelas itu adalah kumpulan anak-anak nakal, mereka sama sekali tak menghargai seorang guru, bahkan berkelahi di depan guru sampai nantang guru itu biasa banget. Sampai-sampai kepala sekolahnya pun terlanjur menge-Cap anak kelas 3-D itu sebagai murid sampah. Tapi si guru itu tadi mempunyai pandangan berbeda, dia meyakini bahwa muridnya itu semuanya baik cuma salah penanganan saja sehingga mereka jadi sedikit liar. Dia tidak pernah mendapat sambutan ramah dengan murid-muridnya, tapi dia hanya tersenyum saja, dia yakin suatu saat nanti dia akan mampu membawa muridnya menjadi lebih baik.
Ini dia guru, orang yang mampu mentransformasikan dari sisi gelap ke sisi terang. (ilmu yang gue dapet dari mata kuliah ilmu pendidikan) Guru itu bukanlah profesi yang mengejar target nilai semata, atau pula yang cuma mengejar toyota Alphard. Guru adalah pengabdian. Guru orang yang mampu mengubah keadaan muridnya dari yang nakal menjadi baik, dari yang bodoh menjadi pintar. Guru tidak terbatas di ruang kelas saja, guru di manapun kita berada. Tanpa kita sadari, peran guru adalah vital. Kita tidak akan bisa membaca, menulis, dan tidak akan lahir para ilmuwan-ilmuwan jenius. So, kenapa harus takut menjadi guru? Toh, semua orang adalah guru, guru bukan orang yang berada di depan kelas dan menulis KERJAKAN! DAN TUTUP SEMUA CATATAN! tapi guru adalah
orang yang mampu mentransformasikan dari sisi gelap ke sisi terang(Transformasi berarti berpindah dan mengubah segalanya).
 
Ini ada sedikit pesan moral dari film(serial) itu, waktu itu si guru tadi memberi teladan ke muridnya yang selalu menjadi korban bullying disekolah oleh teman-temannya.

Dont wait until someone give you a hand. Being like that you'll continue to be like wimp. People dont extend courtesy and compassion to those not standing up firmly on their own feet. People are not so nice as to lend a hand to those running away all the time. Everyone wants to run away when there's trouble. But if you run away then, that's it, isn't it? Even when something bad happens, you gotta pick yourself up and keep going. Isn't what life is all about? Pick yourself up and face the challenge.

Artinya:
Jangan menunggu sampai seseorang mengulurkan tangan ke anda. Menjadi seperti itu anda akan terus seperti pengecut. Orang tidak memperpanjang kesopanan dan kasih sayang kepada mereka yang tidak berdiri teguh di atas kaki sendiri. Orang-orang tidak akan sudi untuk mengulurkan tangan lagi kepada orang-orang melarikan diri sepanjang waktu. Semua orang ingin melarikan diri ketika ada masalah. Tapi jika Anda lari itu, cuma itu saja  bukan? Bahkan ketika sesuatu yang buruk terjadi, Anda harus bangkit dan terus berjalan. Bukankah hidup adalah tentang semuanya? Bangkit dan hadapi tantangan.


Bagus bukan kata-katanya(siap CTRL+C --> CTRL+V --> Update Status nih)? Nah, kayaknya film itu wajib deh ditonton sama semua calon guru, eh semua orang juga. Nama filmnya gokusen, kalau mau nyari di google banyak, hehe.
Sekian
Read More..

Kamis, 13 Desember 2012

The Show Must Go On

The show must go on, ya sebuah judul yang tepat buat orang yang lagi galau, eciyeh galau. Galau dalam KBBI berarti sibuk beramai-ramai; ramai sekali; kacau tidak keruan (pikiran), sedangkan ke-galau-an berarti sifat (keadaan hal) galau. Kalau begitu berarti galau itu lebih menjurus ke dalam arti "sibuk beramai-ramai", jauh dari penafsiran anak-anak zaman sekarang dong. Aku galau, galau kenapa? aku diputus pacar. Ha? emang pacarannya beramai-ramai yah? ^^v. 

Galau

Oke lanjutt, beberapa hari ini temen gue tuh galaunya minta ampun, maklum juga kan, anak kelas XII SMA men, if you know what I mean? Habis ujian akhir semester juga kan, wajar..sambil dag dig dug nunggu hasil tentunya. Daannn, pemerintah itu emang labil banget, terutama tuh pak menteri, maklum udah mau habis masa jabatan, masa ya nggak ngasih something special gitu ke rakyatnya. Keberuntungan itu ternyata didapet rakyat yang masih anak-anak tingkat SMA atau sederajat. Ya, beliau membuat keputusan untuk menghapus SNMPTN ujian tulis, (itu lho semacam ujian SIPENMARU kalau elu SMA nya tahun 80-90an, atau SPMB kalau elu masih mudaan dikit) dan sebagai gantinya setiap PTN wajib menerima minimal 50% muridnya lewat jalur SNMPTN undangan, sementara sisanya boleh pakai ujian masuk mandiri tiap universitas. Oh, God Why?? 

Namanya bukan sebuah keputusan kalau nggak menimbulkan kontroversi. Sebenarnya ada sisi baiknya juga lho, buat kalian yang mau masuk PTN kan jadi nggak ribet tuh belajarnya, tinggal mikir unas doang tuh hemat waktu belajar juga, terus lebih menghemat biaya juga, kan SNMPTN jadi gratis(dianggar sampai 100 Milyar tuh sama pemerintah), kuota juga nambah tuh, dari 105 ribu jadi 160 ribu. 

Em, kalau menurutku sih fine-fine aja, kan itu juga pakai nilai rapor, jadi kan sejak masuk SMA siswa tu udah fokus buat masa depan, biar nggak usah aneh-aneh sampai tawuran gitu, wow(yang mau pacaran, dimanajemen ya waktunya, hehe). Di mana ada pros pasti ada cons juga kan, nah ini sisi buruknya, Pemerintah terkesan menutup mata atas proses pelaksanaan unas tahun-tahun sebelumnya, di mana masih terjadi kecurangan di berbagai tempat, bahkan akibat 2 tahun lalu(waktu gue masuk kuliah nih) ada SNMPTN undangan, banyak sekolah-sekolah yang mudah ngasih nilai tinggi ke siswa, tujuannya apa? Ya ini, biar semua bisa ikut jalur undangan dan diterima di PTN(maklum, ini harapan semua guru SMA). Pendapat gue, mending tuh dikaji dulu kebijakannya, jangan sampai menimbulkan sesal diakhir, seperti kata pepatah, penyesalan itu pasti di akhir, karena di awal itu pendaftaran. Toh kalau pengen tetep kekeh sama keputusan itu juga nggak apa-apa, asal unasnya lebih kredibel dan guru juga objektif ngasih nilai ke siswa. :)

Lho kok beda jauh sama judulnya ya? woey. Sabar men!! Itu tadi cuma intro doang, biar lebih keren gitu.
Oke, kembali ke materi anak-anak. 

Dan sehabis temen gue itu denger tuh pengumuman, temen gue itu nggak pernah sms gue men, padahal gue kemarin bener-bener butuh bantuan dia, duh kasian banget yah. Tapi gue juga maklum tuh, anak seusia dia lagi labil-labilnya, apalagi ada keputusan yang nyangkut masa depan dia. Tapi nggak cuma gara-gara itu doang sih, ada lagi, tapi rahasia aja. Sampai-sampai dari tuit passive dia jadi tuit junker, isi tuinya juga keren-keren gitu. Tapi saking sibuknya gue belum tanya keadaannya. Dan gue jadi inget sama ayat dalam surat Alam Nasyroh ayat 5-6 yang artinya gini 

" karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,"

"Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan."
Dalam ayat tersebut jelas sekali bahwa kehidupan itu seperti roda yang berjalan, bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan, pasti ada solusinya, dan yang terpenting jangan sampai meratapi kesedihan. Bahkan Allah SWT sampai mengulanginya, itu menandakan bahwa Allah itu SWT melakukan penegasan kalau setiap cobaan itu pasti ada solusinya. Allah juga tidak akan menguji hambaNya melebihi batas kemampuan hambaNya itu. Sedangkan, kalau kata para Trainer/motivator jangan sampai kesedihan itu melenyapkan segala hal yang bisa membuat kita bahagia.

Tarik mulut 2cm ke kiri dan 2 cm ke kanan.
Buat siapa saja yang lagi galau(dalam pengertian anak muda) atau lagi sedih, ayo cepatlah bangkit, jangan ratapi semua kesedihan dan kesusahan itu, Allah sudah menjamin hal itu kawan, kita nggak bakal disengsarakan oleh Allah, yang ada kita malah kufur terhadap-Nya. Setiap detik itu berharga, kalau kita sedihnya berbulan-bulan berapa kebahagiaan yang kita buang? Berapa nikmat Allah yang kita ingkari kawan? Ayolah lekaslah bangkit dari lembah suram #ups, dari kesedihan maksudnya, the Show Must Go On! Setiap nafasmu adalah doa, setiap keringatmu adalah cucuran limpahan rejeki, eh malah kaya ESQ aja.


" Hiduplah dengan mencari ridho Allah "
" Syukurilah semua nikmat yang Allah berikan hari ini "


Read More..