STMJ, semester tujuh masih jomblo. Well yea, itu kata-kata yang sering terucap dari mulut anak muda zaman sekarang. Dan satu semester lagi bakal sering terucap "Itu wisuda apa ambil raport? Kok sama orang tua". Oh okay, penderitaan seorang jones mahasiswa bakalan semakin lengkap kalau sudah semester tua gini, udah skripsi jadi momok, kerja mau kerja apa juga bingung, eh ditambah lagi anggapan kalau tak punya pasangan/gebetan/pacar itu ngenes banget. Sepanjang anggapan-anggapan tadi belum menjadi sebuah paradigma sih enggak masalah menurutku.
Berkembangnya jejaring sosial memang berpengaruh nyata dikehidupan kita belakangan ini, banyak kata-kata baru yang dimunculkan dari jejaring sosial ini, seperti istilah jones, jomblo ngenes. Selain istilah, juga kadang muncul sebuah gerakan/movement atau bahkan petisi, misal koin untuk Prita sampai gerakan pengubahan KBBI untuk istilah orang jombol diganti dengan Tuna Asmara. Wah, ada-ada saja nih.
Yang mau sedikit tak singgung adalah istilah jones. Sebenarnya dalam islam sendiri tidak ada istilah jomblo, pacaran, dan lain sebagainya. Istilah kalau semester akhir masih jomblo dan nanti bakalan ngenes selamanya adalah pendapat sebagian kecil umat manusia, sebagian kecil umat yang enggak percaya kalau jodoh itu ada di tangan Allah, dan Allah ngasihnya enggak bakal terburu-buru, ataupun terlambat. Orang baik akan mendapat jodoh yang baik pula, yang pasti Allah telah menyiapkan yang terbaik buat kita, asalkan kita bersabar dan tidak mengganggu skenarionya.
Hari ini banyak kita temui kalau sudah semester akhir itu wajib 'ain harus nyari pendamping, kenapa? Karena besok kalau udah kerja bakalan sibuk dan ga kepikiran lagi namanya jodoh, itu artinya kalian bakal jomblo permanent. Haduh, kalian nyadar nggak sih, dulu pas SMA, kalian mungkin pernah bilang gini, "Mumpung SMA nyari jodoh, besok kalau udah kuliah susah lho, soalnya udah sibuk sama tugas kulih, wih.. apalagi sama yang namanya skripsi, keknya kita bisa jadi jomblo permanent". Tuh, sama kan? Buktinya yang dulu SMA jomblo sekarang pada punya pacar. Jadi ya, mau sekarang jomblo kek, belum tentu besok itu enggak laku.
Momok selanjutnya adalah pas moment wisuda :
A : "udah dapet pendamping belum? "
B : "Belum eh, cariin dong, galau nih mau wisuda kok ga ada yang dampingin -_-"
A : "Sama ortu aja kenapa sih?"
B : "Elu mau ngambil raport apa wisuda sih? Pleaseee, hari gini, helloowww!"
A; "-_-.. whaaat thee"
Haha, banyak nih kita temui masalah kaya gini, ngambil raport apa wisuda? Terus terang, apa salahnya sih kalau pendamping wisuda sama ortu? Emang orang yang dari kecil kamu kenal itu pacar kamu ya? Yang gantiiin popok, yang mandiin, yang ngajarin naik sepeda, yang beliin mainan pas kamu ngambek, yang nyekolahin kamu, yang masih percaya kalau kamu itu niat kuliah padahal dikampus aja ghaib. Siapa kalau bukan ortu kamu? Wisuda merupakan salah satu moment penting dalam hidupmu, maka libatkanlah orang yang kamu anggap penting, orang yang begitu berjasa atas kamu selama ini.
Yang masih available dalam artian masih belum punya pacar, berbanggalah kalian! Kalian nggak usah perlu repot-repot dualisme pikiran, memikirkan dia yang belum tentu memikirkan kamu, yang belum tentu dia kelak menjadi milikmu. Jodoh dan rejeki ada ditangan Tuhan, ambillah dengan cara yang elegan!
Bermimpilah yang tinggi, nikmati lika-likunya, buat ortumu bangga dulu sebelum membuat kagum calonmu. Jomblo/jones/tuna asmara, atau mau apalah orang menyebutnya, enggak masalah, kamu masih punya sejuta cara untuk membuat hidupmu jauh lebih menarik dan bermanfaat. Jadilah pemuda yang tangguh, yang mampu membagi urusan dunia dan akhirat, yang mampu menjaga habblu min Allah dan habblu min An Nas. Tetap semangat berkarya ^^.
Read More..