Halaman

Pencarian

Selasa, 18 Februari 2014

Apa yang kamu omongin jadi nyata!

Ceritanya lagi scroll alur cerita masa lalu. Istilahnya membuka lembaran yang sudah lama, ya semacam membuka sejarah. Kan sejarah itu punya sifat untuk membangkitkan semangat masa lalu kemudian dibawa masa depan dengan pengubahan seperlunya. *Eh kaya cerpen aja :|
Ceritanya dulu aku punya kompetitior, tsaahh.. Kaya perusahaan aja, hehe. Tapi ini beneran, aku di waktu dulu itu gemar taruhan, wuh dosa. Tapi taruhan dalam hal baik, gatau itu dosa apa enggak. Jadi kita kompetisi nyari nilai tertinggi, yang kalah nraktir makan. Seru juga sih, tapi ada rule nya, kita boleh saling mengajari, tapi enggak pas ujian, dan ujian itu DIY (Do it yourself) a.k.a garap piyambakan, yang nyontek itu kena penalti. Gegara taruhan tadi ya jadi semangat, hehe. Tapi sayang semenjak kita berpisah *haiss, ya kan udah beda perguruan tinggi, aku sekolah keguruan dia sekolah kehidupan. :| Aku merasa kehilangan kompetitor, oke. Singkatnya, ga ada saingannya, jadi aku males deh kuliah!
Dan, karena ini tingkat kemalesanku udah akuuuuttt, sampai hidupku cuma diisi dengan main game doang, ku beranikan diri buat menyapa temanku tadi.


X : Hai, apa kabar?
Y : Hai, juga.. baik alhamdulillah. Kamu sendiri?

X : Baik juga sih, haha... Gimana kuliah mu? *dengan PEDE nya aku tanya itu
Y : Seru sih, tapi orang-orang disini kurang bersahabat, nggak kaya dulu. Lha kamu?
X : Em, sama sih, aku malah ga nyaman disini.

Y : lho, kenapa e? Bukannya waktu itu kamu bilang nyaman di sana?
X : Ya itu kan dulu, sekarang mah pada sibuk sendiri-sendiri, gatau pada kemana. Em, aku boleh jujur nggak?
Y : Owh gitu.. Iya, knapa e?
X : Aku rindu saingan denganmu :| di sini diajak kompetisi susah, udah masuk jurusan nya aja masih nggak ikhlas, selalu saja membandingkan dengan rumput tetangga
Y : Oh gitu ya.. Ya kamu aja mereka buat kompetisi dong. "Kamu anggap kamu terbaik dikelas, mereka gitu, dengan begitu tentu kamu harus lebih baik dari mereka. Ajak temanmu buat kompetisi, gapapa mereka susah, asal kamu bisa nyemangatin"
X : em.. okedeh, makasih banyak, semoga ya, hehe.. Sukses buat kuliahmu, :)
Y : Aamiin, sama-sama. Tapi lulus duluan kamu yak, haha
X : Iya dong! Selamat menikmati kehidupan kita yang baru.

Y : :)

Enggak tahu kenapa, setelah percakapan tadi rasanya semangatku mulai membara, ceileh.. Rasanya aku harus jadi yang terbaik, dan harus bisa membawa yang lain juga, :)
Thanks lho ya, seorang teman kadang enggak selalu ada buat kita, tapi saat kita butuh dia selalu ikhlas dan mampu membawa kita dengan kesejukan. *Sesejuk garni*er
Read More..

Berbicara yang baik kawan!

Tiba-tiba teringat cerita beberapa tahun yang lalu,

X : Mas, sepertinya kalau aku bisa seperti mereka keren ya?
Y: haha, iya.. makanya itu badanmu di gedhe in dulu biar ideal, tumbuh ga cuma ke atas doang, nyamping juga.

X : Mending aku sih mas, lha kamu tumbuh kok ke samping mulu
Y : Asem yak..
X : hehe, damai om. Ya nanti tak banyakin makannya wis.
Y : Nah gitu dong.. hmm.. aku percaya kamu kelak seperti mereka
X : Kok bisa mas?
Y : Enggak tahu, aku cuma percaya aja..
X : Waha.. ada-ada saja
Y : Hm, kita harus menikmati masa-masa kaya gini, sebelum kamu menjadi seperti mereka, haha. Mungkin nanti kamu akan melupakan aku.
X : Weh, jangan gitu mas. Bagaimana pun aku tetep temanmu kok, kamu kan om ku, :P
Y : Tapi kan manusia ga ada yang tahu, mungkin kita sekarang berteman, besoknya lagi jadi musuh bisa kan, pun sebaliknya
X : Ya aku harap kita ga begitu sih mas
Y : Iya-iya.. aku pun

X : Sebut saja dulu teman akrabku, tapi bukan pacar dan bukan ttm :|
Y : Aku

Dan siapa sangka, kini semua yang ada dipercakapan tadi terbukti, kini dia telah menjadi apa yang dia mau, begitupun dengan yang aku omongin, kini kita sudah tak lagi saling menyapa, sibuk ditengah hiruk pikuk dunia kita yang baru. Dulu kita mengenal begitu dalam, namun kini kita tak lagi saling kenal, dan akhirnya kita tak tahu lagi kapan bisa dipertemukan. Semoga nanti bisa dipertemukan, entah itu cepat atau beberapa waktu lagi.
Tak ada kata teman yang hilang, hanya saja kita baru sama-sama berusaha meraih apa yang kita inginkan. Jaga dirimu kawan, lain kali kalau ketemu jangan asal ceplos, gini kan jadinya, haha.. Bicara yang baik dan semoga hal baik tersebut yang terwujud.
Read More..

Selasa, 11 Februari 2014

{ BIRTH DAY BUKAN BORN DAY }



*Prolog*
Happy birthday to you
Happy birthday to you
Happy birthday Happy birthday
Happy birthday to you

Tiup lilinnya
Tiup lilinnya
Tiup lilinnya sekarang juga
Sekarang juga sekarang juga

*Preface*
Ulang tahun, tahunnya berulang-ulang tapi beda setting dan latar peristiwa. Jadi, apakah yang disebut ulang tahun itu? Hmm..
Ulang tahun adalah moment atau titik balik matahari, titik didih, titik jenuh, titik, -_- *Please ini bukan kimia. Ulang tahun adalah momen gaya atau inersia di mana seseorang genap menempuh sebuah usia, yah seperti ulang tahun ke sepuluh, berarti orang tersebut sudah genap menempuh usia 10 tahun nya. Begitulah..
Esensi dari ulang tahun adalah agar kita ingat bahwa jatah hidup kita semakin sedikit, L Bahwa kita hidup di dunia hanya sebentar, kalau diibaratkan hanya seperti kita memasukkan jari kita ke lautan yang begitu luas, yah hidup hanya seperti air yang menempel pada tangan saat kita angkat. Begitu singkatnya, L
*Udah sih sedihnya*
Ulang tahun atau birthday di era modern seperti ini dirayakan dengan cara yang unik, salah satunya di fesbuk. Bisa dibayangkan, kita punya ribuan teman dan kita diselamatin men, diselamatin kalau UMUR KITA SEMAKIN BERKURANG, OH MEN.. Mereka JAHAT sekali, bukannya didoain, malah diselamatin, aaa.. timpuk pake roti tawar. Yah begitulah, di malam kita ulang tahun nih, kita online sekitar jam 12 malam, hihi.. Buat nunggu siapa yang mengirimkan ucapan selamat di timeline fesbuk kita untuk pertama kali. Habis itu kita tunggu lagi sampai seberapa banyak yang ingat akan ultah kita *stop! Kalau tanggal lahir kita dibikin terlihat ya bakalan tau kalik, apalagi yang pakai semartpon*
Nah, itulah salah satu trik biar kita bahagia di hari ulang tahun kita, hehe
Kalau tingkat KEIMANAN kamu udah gedhe, coba deh tanggal lahir di fesbuk di hide, biar tahu siapa yang masih ingat akan hari kebangkitan kamu *eh. Kalau udah gitu, biasanya hanya teman yang sesungguhnya yang ingat momen di mana kita menggenapi usia kita. Dan itu lebih mengharukan kawan. Jumlah teman tidak menentukan kebahagiaan kita, tapi teman yang selalu ada dan ikhlas saat kita butuh walaupun cuma 2 atau 3 orang tapi itu jauh lebih berharga,
J

*Introduction to newest birthday model*
The newest birthday model *uhuk keselak*.
Yang jelas model di sini bukan dalam trilogy M-V-C dalam OOP (Object Oriented Programming), di mana model berperan untuk penanganan database. *Please skip ini skip, aku muak*
Model-model ultah zaman sekarang itu, kita diikat, terus dilempari pakai telur atau tepung, njut kita dipermalukan dihadapan umum, terus kita *sudah.. aku ga kuat ceritanya ambil spidol*
Begitulah, miris sekali.. kita disiksa men, disiksa.. uyeahhh..
Sebenarnya merayakan hari lahir itu tidak ada tuntunannya dalam Islam. J
Hanya saja orang-orang zaman sekarang memang gemar menambahi ritual-ritual yang sebenarnya tidak perlu.
Seperti ritual tiup lilin, di mana kita disuruh meniup lilin yang ada di atas kita terus kita disuruh berdoa. HA! Please, lilin itu udah ada sejak zaman romawi kuno, pada waktu itu lilin dipercaya memiliki pengendali terhadapa kekuatan hitam, seperti sihir, iblis, dan setan. *di Indonesia sendiri lilin itu symbol babi ngepet* Nah, pas lilin itu ditiup, maka lenyaplah sudah kekuatan hitam tersebut, terus kita memohon doa kepada penguasa alam supaya diberi keselamatan dan keberkahan. Mirip ya kalau kita dapat roti buaya brownies (berondong maniezzt) tart cupcake ultah terus di atasnya dikasih lilin sebanyak jumlah usia kita *bayangin kalau yang ultah simbah kita yang usianya 100 tahun terus kue nya cuma seukuran 10cm x 10 cm, lilinnya GIMANA? GIMANA juga niupnya? Nafas aja udah pake alat bantu hidung, eh*. Habis itu kita tiup itu lilin. Tuh kan, apa yang kita lakukan mirip sama ritual pemujaan orang romawi, aaa. Jadi itu bukan ajaran islam lho ya. Masih ingat di bawah ini,
“ Barang siapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut. “

*What should we do in our birthday*
Dan, untuk ucapan ulang tahun memang tidak ada salahnya, tapi dibalik kelahiran kita, sesungguhnya ada sebuah nama yang memiliki andil besar atas kehadiran kita di muka bumi. Nama tersebut sering kita panggil dengan sebutan IBU, ya IBU.
Ibu adalah orang yang paling berjasa atas lahirnya kita di muka bumi. Kalau kalian pas ulang tahun, coba ingat lagi momen beberapa tahun lalu di mana IBU kita berjuang antara hidup dan mati buat melahirkan kita. Berapa banyak darah yang beliau keluarkan? Berapa lama dia berjuang ditengah dua kemungkinan, hidup atau mati? OH L Tapi kenapa kita sering lupa, sering ingkar, kenapa pas kita ultah yang diingat pertama justru pacar, justru teman. Justru kita menraktir makan pacar, menraktir makan teman, sedangkan ibu kita sendiri kita cuekin dirumah. Bukankah ibu kita yang selama ini membimbing dan mendidik kita sehingga kita bisa seperti ini? Bukankah ibu kita yang merawat kita semasa kecil, yang mengantar kita ke sekolah untuk pertama kali, yang mengajari kita membaca, yang dengan tulus memaafkan ketika kita berbuat salah. Masih banyak lagu kebaikan ibu kita, sampai tak mampu kita menghitugnya.
 Hormati ibumu, lalu ibumu, lalu ibumu. J Rasulullah pernah berpesan seperti itu.
“Sesungguhnya surga ada di bawah telapak kaki ibu”
Semoga kata-kata di atas tidak sekedar menjadi pengisi mata pelajaran di waktu SD.
Walaupun kita tidak akan pernah bisa membalas semua kebaikan ibu kita, tapi setidaknya kita berusaha untuk memberi yang terbaik buat ibu kita, J
Jadi, ketika kamu diizinkan untuk membuka mata di hari ulang tahunmu, bangun dan peluklah ibumu seerat mungkin, berterimakasihlah pada beliau, karena lewat beliau kita bisa seperti ini.
Thank you MOM, I LOVE YOU.

*Epilog*
Mata ini terbuka lebar, menerawang ke sekitar
Ku lihat beberapa sosok manusia yang tersenyum dan tertawa menatapku
Tapi aku justru merasa khawatir
Aku takut …
Sangat takut ..
Aku takut tidak bisa menjaga janjiku pada Tuhan
Lalu aku menangis sejadi-jadinya ..
Pendahuluku bilang
Dunia itu kejam, kau akan selalu terperdaya dengan nikmat sesaat
Kemudian seorang wanita memelukku erat-erat
Dan berkata ..
Kau lah penerusku nak!
Kelak kau yang akan memimpin dunia ini
Dan pelukan ini begitu hangat
Hingga aku yakin mampu menjaga janjiku
Kini ku panggil engkau dengan sebutan Ibu
Read More..

Selasa, 04 Februari 2014

Monolog

" Aku tahu rasa ini belum saatnya untuk diungkap
Aku hanya ingin membiarkan rasa ini berjalan entah ke mana
Tapi ternyata rasa ini justru bertumpahan
Rasa ini seperti candu yang selalu menghantui pikiranku
Oh, ini seperti morphin
Kadang memberikan semangat lebih, kadang pula membunuh secara perlahan
Sungguh mengganggu
Aku hanya ingin kembali menjadi normal
Bersikap biasa saja pada semuanya
Tapi? Kenapa seperti belenggu yang Maha dahsyat
Aku tak sanggup melepaskannya
Haruskah rasa ini aku bunuh lagi?
Seperti aku membunuh rasa seperti ini beberapa tahun silam
Tuhan, ku harap Kau memberiku jalan terbaik "
Read More..